News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kelulusan SMA di Sulsel Capai 99,66 Persen

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

AKSI CORET SERAGAM USAI UN - Sejumlah pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) saling mencoret seragam sekolah mereka dihari terakhir Ujian Nasional di Makassar, Sulsel. Selasa (23/4/). Meskipun belum tentu lulus Ujian Nasional (UN), euforia hari terakhir pelaksanaan UN dirayakan siswa SMA dengan aksi coret seragam dan Konvoi di jalan raya. (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 17 Makassar, ST Aliyah Utriyani, menempati rangking pertama nilai rata-rata Ujian Nasional (UN) tingkat SMA se-Sulawesi Selatan (Sulsel).

Untuk sekolah menengah kejuruan (SMK) diraih siswi SMKN 1 Limbung, Gowa, dengan nilai rata-rata 37.40.

Pengumuman hasil UN resmi dilansir dinas pendidikan, hari ini.  Berdasarkan data yang dilansir Dinas Pendidikan Sulsel, malam tadi, tingkat kelulusan siswa SMA/MA di Sulsel tahun ini mencapai 99,66 persen.

Presentase kelulusan naik dari tahun lalu 99,64 persen. Kelulusan tersebut belum termasuk paket C dan SMA Luar Biasa (LB) berkisar 6.000 orang. Sedangkan, tingkat kelulusan untuk siswa SMK naik 99,93 persen dari tahun 2012 lalu berkisar 99,78 persen.

"Bahkan dua daerah di Sulsel meluluskan siswanya hingga 100 persen yakni Toraja Utara dan Luwu Utara," kata Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Abdullah Djabbar.

Djabbar menyampaikan kesyukurannya karena tingkat kelulusan siswa di Sulsel tidak berbanding lurus dengan kesemrawutan pelaksanaan UN akibat keterlambatan distribusi soal dari pusat.

"Mudah-mudahan peningkatan presentase kelulusan tahun ini juga diikuti hasil perolehan rata-rata nilai siswa," ujarnya.

Sebelumnya, pelaksanaan UN di Sulsel sempat tertunda akibat keterlambatan distribusi soal. Pemerintah pusat menetapkan 11 provinsi termasuk Sulsel yang mengalami pergeseran jadwal UN SMA sederajat.

Mata ujian untuk hari Senin (15/4/2013) dipindahkan ke Jumat (19/4/2013). Sementara, mata ujian Selasa (16/4/2013) dipindahkan ke Senin (22/4/2013). Selain penundaan berbagai kendala terjadi saat pelaksanaan UN. Banyak siswa terpaksa mengikuti UN dengan soal maupun lembar jawaban komputer (LJK) fotokopian yang dikhawatirkan tidak terbaca pemindai scan.

Bahkan, siswa mengeluhkan kualitas soal dan LJK yang dicetak di Bogor, Jawa Barat tersebut. Namun, Djabbar memastikan meski sekitar ribuan siswa terdata memakai LJK foto kopian, namun pihak Universitas Hasanuddin (Unhas) mampu melakukan pemindaian scan jawaban.

"Jadi meski foto kopian tapi hasil pemindaian tetap maksimal. Jadi hasil ujiannya benar-benar apa yang tertera pada jawabannya. Tingginya tingkat kelulusan siswa tentu karena siswa maupun sekolah mempersiapkan diri menghadapi UN dengan baik," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini