News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Warga Desa Mandalajaya Minta Kepala Desa Mereka Dipecat

Editor: Rachmat Hidayat
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Warga Desa Mandalajaya Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya menggelar unjuk rasa di depan Kantor Kecamatan Cikalong, Kamis (23/5/2013) kemarin.

TRIBUNNEWS.COM,TASIKMALAYA--Ratusan warga Desa Mandalajaya Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya menggelar unjuk rasa di depan Kantor Kecamatan Cikalong, Kamis (23/5/2013)  kemarin.

Asep Dudi salah seorang warga setempat dalam rilisnya kepada Tribun, Jumat (24/5/2013) mengungkapkan, aksi yang dilakukan  adalah untuk meminta kepada Camat Cikalong untuk menyampaikan aspirasi  kepada Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum.

"Kami meminta Kepala Desa Mandalajaya, Nana dipecat.  Kami menduga yang bersangkutan melakukan korupsi dana warga hingga miliaran rupiah," ujar Asep.

Dijelaskan, warga yang melakukan aksi kemarin adalah warga yang berada dalam area pertambangan pasir besi. Asep kemudian menegaskan sekaligus meminta kepada pemerintah Kabupaten Tasikmalaya segera menindak lanjuti tuntuan warga.

"Dengan spirit reformasi, kami warga Desa Mandalajaya, Cikalong, Tasikmalaya, menggugat Bupati Tasikmalaya. Kami gugar karena bersikap abai terhadap tuntutan kami. Kami juga meminta kepada pak bupati untuk  mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pemberhentian Kades," tegasnya.

Masyarakat Desa Mandalajaya, imbuhnya,  sudah sakit hati dengan kades tersebut yang telah menodai amanat mereka. Apalagi, katanya lagi, uang tesebut seharusnya dipakai untuk memperbaiki jalan yang sehari-hari dilalui warga.

"Yang bersangkutan kami menduga telah menggelapkan uang miliaran rupiah termasuk dari konfensasi uang untuk jalan dari perusahaan pertambangan pasir besi. Kami juga pertanyakan sikap Polres Tasikmalaya dalam hal ini. Penegakkan hukum harus tegas, adil buat masyarakat seperti kami. Kami tidak ingin, Polres bertindak sebelah, sudah jelas-jelas kepala desa tersebut kami adukan, tapi kenapa malah dikeluarkan," tegas Asep.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini