News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Motor Suporter Persis Solo Dibakar Massa di Klaten

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suporter Pasoepati yang mendukung Persis Solo tampi di Liga Resmi yang diselenggarakan oleh PSSI

Laporan Wartawan Tribun Jogja Obed Doni Ardiyanto

TRIBUNNEWS.COM, KLATEN - Sebuah sepeda motor milik seorang suporter Pasoepati yang belum diketahui pasti identitasnya dibakar massa di Jalan Jogja-Solo, Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Minggu (9/6/2013) petang.
Diduga pembakaran itu dilakukan oleh warga karena dendam terhadap suporter Pasoepati yang pernah melakukan perusakan di wilayah mereka.

Salah satu warga di sekitar lokasi kejadian, Hadiyanto (42) yang melihat kejadian tersebut mengungkapkan warga langsung menghadang dan melempari sepeda motor yang dikendarai suporter Persis Solo menggunakan batu. Suporter itu diketahui mengenakan atribut Persis.

“Awalnya pemilik sepeda motor tidak mengaku sebagai suporter Pasoepati. Begitu melihat atribut syal yang disembunyikan dibalik baju, warga marah dan melakukan perusakan.Pemilik sepeda motor tersebut pergi melarikan diri bersama teman-temannya ,” ujar Hadiyanto.

Kejadian itu bermula sekitar pukul 16.45 WIB, ratusan warga berkumpul dan bergerombol di setiap gang masuk wilayah Prambanan. Mereka berencana untuk menghadang para pendukung Persis yang akan melintasi Klaten seusai menonton pertandingan sepak bola di Stadion Maguwoharjo, Sleman sore.

“Saat melintasi area sini, saya melihat warga sudah berkumpul dibeberapa titik. Ini mungkin wujud emosi karena dendam dengan Pasoepati yang pernah melempari rumah warga dengan batu beberapa waktu lalu. Jadi ini tidak ada kaitannya dengan sepakbola,” ujar Andrean (30), salah seorang warga yang berada di lokasi.

Mengenai peristiwa itu Kabag Ops Polres Klaten, Kompol Edi Suranta mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait perusakan dan pembakaran motor milik seorang suporter Pasoepati yang melintas di Klaten itu.

“Siapa pelakunya, apa motifnya, semua masih dalam penyelidikan,” paparnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini