TRIBUNNEWS.COM CIANJUR, - Sedikitnya 19 warga RT 03/RW 05 Kampung Jaringao, Desa Kemang, Kecamatan Bonjongpicung, Kabupaten Cianjur, diduga mengalami keracunan makanan, Selasa (18/6/2013) malam.
Ke-19 orang ini mengalami pusing mual, muntah, buang air besar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu lantaran para korban langsung mendapatkan perawatan medis dari bidan setempat.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribun, warga diduga mengalami keracunan setelah menyantap pindang ikan mas yang dibeli pada acara perayaan perpisahan di sebuah sekolah di Kampung Jaringao.
Namun tak lama kemudian sejumlah warga yang menyantap ikan itu mengalami gejala pusing, mual, pusing dan muntah-muntah. Keluarga korban pun langsung berupaya membantu dengan membawa korban ke balai desa untuk mendapatkan perawatan.
Seperti yang dialami anak dari Suhendi (45). Ia mengatakan, anaknya mengalami gejala pusing, mual dan muntah setelah menyantap makanan ikan yang dibelinya. Dia pun menduga makanan tersebut yang menyebabkan anaknya mengalami gejala layaknya korban keracunan. Sebab anaknya tidak mengonsumsi makanan lain selain ikan.
"Saya kira hanya anak saya saja, ternyata masih ada warga lainnya yang kondisinya sama. Alhamdulillah langsung ditangani, dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.
Sementara itu Kepala Desa Kemang, Dadan Subarna, melalui Kaur Pemerintah Desa Rosbandi membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, warga mengalami keracunan makanan didga akibat mengkonsumsi makanan yang dibeli di acara sekolah.
"Dari jumlah korban yang mengalami keracunan, rata-rata orang dewasa. Namun sekitar lima orang diantaranya anak kecil. Perawatan yang kita lakukan hanya dengan memberikan infusan saja," kata dia.
Setelah dilakukan perawatan, lanjut Rosbandi, kondisi sejumlah warga mulai membaik. Bahkan kesemuanya sudah kembali ke rumah masing-masing. "Hanya satu yang dirujuk ke DTP Puskesmas Ciranjang karena kondisinya membutuhkan perawatan intensif," katanya.
Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Tata Usaha (TU) Puskesmas Ciranjang, Iyus membenarkan ada seorang pasien korban keracunan asal Desa Kemang. Hingga Rabu (19/6) korban keracunan itu masih mendapatkan perawatan. "Belum pulang sampai hari ini (kemarin. Red)," katanya melalui ponsel, Rabu (19/6). (*)
Baca tanpa iklan