Laporan Wartawan Tribun Timur, Hajrah
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - DPD REI Sulsel berharap suku bunga bank untuk rumah bersubsidi tidak mengalami kenaikan. Hal tersebut demi menjaga keseimbangan produksi dari para pengembang.
Muh Arief Mone, Sekretaris DPD REI Sulsel, mengatakan saat ini untuk rumah bersubsidi suku bunganya masih berkisar 7,25 persen. Suku bunga ini saja dinilai masih tinggi bagi rumah bersubsidi, sehingga diharapkan tetap terjaga walau beberapa kondisi keuangan terjadi seperti keputusan naiknya BI Rate.
Arief menuturkan, program Kemenpera untuk rumah bersubsidi digarap empat bank yakni Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, dan Bank Tabungan Negara (BTN).
Pemerintah menyiapkan total anggaran untuk rumah bersubsidi sebesar Rp 6,7 triliun, sedangkan dana penyertaan dari empat bank tersebut berkisar Rp 4 triliun.
Sebelumnya diberitakan, DPD REI Sulsel juga mengusulkan kenaikan harga rumah bersubsidi. Hal tersebut menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang akan ditetapkan dalam waktu dekat.
Untuk Sulsel, kisaran harga rumah bersubsidi yakni Rp 88 juta, kenaikan harga diusulkan naik menjadi Rp 95 juta.
Arief mengatakan usulan kenaikan tersebut mutlak harus dilakukan, apalagi seperti banyak diberitakan komponen bahan bangunan juga ikut naik.
Kondisi ini memang diprediksi menurunkan pasar properti untuk rumah bersubsidi. Namun kondisi ini cenderung tidak terlalu lama. Idealnya 3-4 bulan pasar akan kembali stabil.
Baca tanpa iklan