News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Nurhayati Kepala Sekolah Paling Berprestasi di Sulsel

Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepala Sekolah SD 24 Macanang Watampone, Nurhayati Malik.

Laporan Wartawan Tribun Timur, Mahyuddin

TRIBUNNEWS.COM, WATAMPONE - Setelah melalui berbagai seleksi, Kepala Sekolah SD 24 Macanang Watampone, Nurhayati Malik berhasil meraih gelar sebagai guru berprestasi di Sulawesi Selatan dan menjadi perwakilan kepala sekolah Sulsel untuk mengikuti lomba tingkat nasional. Guru yang telah mengabdikan diri kepada negara sejak tahun 1982 sebenarnya sudah dua kali memperoleh penghargaan kepala sekolah SD berprestasi, namun baru kali ini memperoleh juara pertama.

"Saya menjadi satu-satunya perempuan di atas panggung ketika itu. Karena juara II dan juara III diperoleh oleh kepala sekolah pria. Penuh kerja keras untuk memperoleh penghargaan ini namun semua kerja keras pasti ada hasilnya," ungkap Kepala Sekolah SD 24 Macanang, Nurhayati saat ditemui Tribun Timur (Tribunnews.com Network) di ruang kerjanya, Minggu (23/6/2013).

Perempuan yang telah memimpin SD 24 Macanang Watampone selama 10 tahun ini menuturkan, berbagai macam tes yang harus ditempuhnya untuk memperoleh juara pada lomba yang digelar setiap tahun tersebut. Salah satunya presentase karya ilmiah, hasil prestasi manajemen, sejak lima tahun lalu.

Nurhayati memaparkan, lomba yang melibatkan 23 kabupaten di Sulsel ini, diikuti oleh 19 kepala sekolah. Selama perlombaan, Nurhayati hanya bermodalkan keyakinan saja. Pasalnya, diantara para juara, hanya Nurhayati yang memiliki sekolah yang kecil dengan fasilitas belajar yang minim.

"Saingan berat saya adalah SD Balang Baru 1 Makassar. Sekolah itu bertingkat dan memiliki fasilitas lengkap.

Sayang penelitiannya kurang. Itupun kata penilai saya sangat agresif dalam memaparkan karya-karya saya," tutur Nurhayati.

Nurhayati merupakan Kepala di sebuah sekolah yang berada di Jl Ahmad Yani, Watampone, dengan hanya memiliki 12 ruang kelas dan jumlah murid keseluruhannya sebanyak 695. Untuk melengkapi kebutuhan sekolahnya, Nurhayati pun menjadikan perumahan sekolah sebagai kantor, ruang guru, perpustakaan dan kantin kejujuran. Ia berharap kepada pemerintah agar mau memperhatikan sekolahnya. Apalagi siswa sekolahnya telah beberapa kali menjadi perwakilan kabupaten maupun provinsi.

"Keberhasilan saya ini saya niatkan untuk mengangkat citra sekolah yang ada di Kabupaten Bone," ungkap Nurhayati.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini