News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bentrok Warga di Lamongan

Beredar SMS Penyerbuan Lamongan, Brimob Belum Ditarik

Editor: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pesan SMS


   

TRIBUNNEWS.COM  LAMONGAN-Meski berangsur kondusif, dua satuan setingkat kompi (SSK) Brimob Polda Jatim yang diterjunkan di Lingkungan Gowah Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran, lokasi bentrok massa FPI  dengan warga sampai sekarang belum ditarik.

Petugas Brimob Polda Jatim itu masih disiagakan penuh di lokasi kejadian bersamaan pengembangan penyelidikan petugas polres.”Mereka belum kita tarik sampai semuanya sudah kondusif,” ungkap Kapolres AKBP Solehan, Selasa (13/08/2013).

Solehan juga tidak menargetkan sampai kapan wilayah bentrokan itu akan kondusif. Namun ia tetap waspada dengan menempatkan ratusan personel, baik berseragam maupun pakaian preman.

Diakui sejumlah informasi akan adanya gejolak sering ia terima. Dan semua informasi itu tetap menjadi perhatian.

Terkait informasi tersebut, Solehan selalu mencari kebenarannya. Termasuk adanya informasi akan adanya preman yang hendak menyerang Al-Ihsan Senin sore.

Saat itu juga Solehan menambah jumlah personil untuk DiBKO-kan ke lokasi.

Bahkan sejak Selasa (13/08/2013) pukul 08.30 WIB tersebar informasi kalau dari Solo  berangkat ke Lamongan dengan menumpang bus dan truk dan sudah melintas di Bojonegoro.

Kekuatan anggota Brimob sebanyak empat SSK tetap dipertahankan, dua SSK di Blimbing dan dua SSK di Polres.

Banyak anggota Brimob di Polres Lamongan banyak memunculkan rasa penasaran ratusan pemohon SIM yang mengalir sejak dua hari ini. Mereka bertanya tanya ada apakah dengan banyak konsentrasi petugas yang sangat sibuk di Polres.

Dari depan jalan Kombespol M Duroyat hingga pintu gerbang penjagaan  polres banyak petugas jaga dengan senjata lengkap.

Apalagi saat evakuasi 51 tersangka bentrokan untuk dibantarkan ke Polda Jatim  yang berlangsung hingga Selasa siang tadi. Semakin menambah penasaran para pemohon SIM.”Ono opi kok ketoke genting banget,” ungkap Luntfa, warga Sawo Babat yang juga guru SMP Negeri Modo saat mengurus SIM Selasa siang.

Penyidikan terhadap 51 tersangka tergolong maraton dan cepat. Polres melibatkan 24 penyidik Polda Jatim, 27  Kanit reskrim dan semua anggota reskrim unit 1, II , III dan IV. Meski ada juga tersangka yang menolak menandatangani BAP. Akhirnya 51 tersangka itu tuntas dibantarkan ke Polda Jatim setelah statusnya ditingkatkan sebagai tersangka.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini