News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Koran Amerika Tulis Aksi Wali Kota Tri Rismaharini Mungut Sampah

Editor: Fajar Anjungroso
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Tri Rismaharini (kiri) usai menerima Piala Adipura Kencana dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (10/3/2013). Perayaan Hari Lingkungan Hidup 2013 dilaksanakan dengan pemberian penghargaan Adipura bagi kota/provinsi dan Kalpataru bagi individu yang peduli pada lingkungan hidup. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ramai menjadi pembicaraan di timeline micro blogging twitter Rabu (21/8/2013) pagi.

Maklum saja, media online asal Amerika Serikat The Huffington Post, menulis sepak terjang dan prestasi Risma di edisi terbaru mereka. Dalam artikel yang berjudul Surabaya's Mrs. Mayor: Indonesia's Best-Kept Secret tersebut, Risma disebut sebagai pahlawan dari generasi baru karena bisa memberikan nafas baru bagi Surabaya yang sumpek.

Sebenarnya tidak banyak hal baru yang disampaikan di artikel ini.  Semua yang ditulis oleh Stanley Weiss, seorang pengamat politik pemerintahan lokal dan internasional, sudah banyak ditulis media di Surabaya maupun media nasional.

Seperti bagaimana Risma kerap memungut sampah di sepanjang pinggir jalan pada pagi hari.
Atau pada sore hari bermain bola dengan anak-anak kampung di taman sambil mengingatkan mereka untuk belajar keras, dan saat malam hari sering kluyuran ke taman yang ada di Surabaya dan memarahi pemuda di bawah umur yang masih nongkrong.

Huffington Post juga menulis Risma sering keluar dari mobilnya dan langsung mengatus sendiri arus lalu lintas yang macet. Dalam artikel tersebut, Risma yang meraih selusin penghargaan lingkungan sebagai perintis kota ramah lingkungan mengaku tidak terlalu tahu dunia politik.

"Saya tidak benar-benar memahami politik praktis," kata Risma yang mengaku pernah hampir dicopot sebagai wali kota di tahun pertamanya memimpin karena masalah pajak reklame.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini