News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pembunuhan di Lapas Kesambi Berawal dari Penitipan Dextro

Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, CIREBON - Kasus pembunuhan di Lapas Klas I Kesambi, Kota Cirebon, pada 20 Januari lalu ternyata bermula dari penitipan dextro.

Hal itu dinyatakan dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang perdana tiga terdakwa kasus pembunuhan yang mengakibatkan meninggalnya warga binaan Lapas Klas I Kesambi Frenki Hutubessy Bin Arie (29).

"Awalnya, ada warga binaan Lapas itu yang mau menitipkan obat ke warga binaan di F tapi warga binaan dari F menolak," ujar satu di antara empat JPU, Mulyana, seusai persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Cirebon, Jalan Wahidin, Kamis (22/8/2013).

Penolakan itu membuat warga binaan blok A, B, C mencari penghuni blok F yang menolak permintaan penitipan obat itu. Penghuni blok F itu melawan sehingga membuat salah satu warga binaan blok A, B, dan C marah.

Mereka kembali menyerang Blok F dengan jumlah massa yang lebih banyak. Semua warga binaan blok F berusaha menyelamatkan diri dengan mengunci sel. Malang bagi Frenki, lantaran tertinggal di luar sel, pria asal RT 07/03, Jalan Perkutut I Nomor 2 Kavling Harapan, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara Kota itu pun menjadi sasaran serangan. Akibatnya, ia meninggal dunia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini