News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Rupiah Terpuruk

Penguatan Dollar Rugikan Eksportir

Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang petugas memeriksa dan menghitung uang dollar AS yang ditukar salah seorang warga di Golden Money Changer, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Jumat (23/8/2013).

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Belum stabilnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS membuat kalangan pengusaha yang tergabung dalam Perusahaan Ekspor Impor Indonesia (GPEI) merugi. Pengusaha dipastikan tidak menikmati penguatan dollar tersebut.

"Dolar memang naik. Tapi barang modal juga tinggi akibat naiknya dollar," ujar ketua Perusahaan Ekspor Impor Indonesia (GPEI) Khairul Mahalli kepada Tribun, Senin (26/8).

Ekspor dan impor, menurut Khairul, bagaikan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Di satu sisi, naiknya dollar akan menguntungkan, namun di sisi lain, kenaikan dollar juga menyebabkan harga barang impor juga naik.

"Ekspor dan Impor tidak bisa dipisahkan karena saling berkaitan," ujarnya.

Untuk menghasilkan barang ekspor, dibutuhkan barang modal yang sebagian besar juga diimpor khususnya bagi pengusaha barang olahan. "Kenaikan dollar oke tapi imbasnya tidak seluruhnya menguntungkan. Impor juga tinggi," ujarnya.

Ia memberi contoh, pengusaha yang memproduksi kebutuhan sabun. Beberapa kompenan sabun membutuhkan produk impor sebagai komponennya.
"Imbas terbesarnya bisa inflasi karena daya beli masyarakat pun pasti menurun," ujarnya.

Khairul mengatakan, pemerintah harus berani mengambil kebijakan agar pengusaha tidak kolaps akibat tidak stabilnya nilai rupiah dengan menetapkan kurs biaya masuk.

"Di luar negeri kebijakan sudah diambil. Ini demi keberlangsungan perekonomian Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, kebijakan yang diambil pemerintah saat ini belumlah tepat karena pemerintah tidak melakukan evaluasi khususnya yang terjadi di daerah.

Ia juga berharap pada event Masyarakat Ekonomi Asean 2013 akan ada sebuah terobosan untuk menjadikan sebuah mata uang single layaknya di Eropa dengan Euro.

Ia berharap, rupiah segera menguat agar perekonomian Indonesia kembali normal.
"Kalau bisa kita berharap dolar berada di kisaran Rp 9.000-9.500," ujarnya.(cr4)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini