News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemerintah Tak Serius, Swasembada Kedelai Gagal Diwujudkan

Editor: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pekerja memilah kedelai impor dari Amerika di toko pengecer, di Jakarta Timur, Rabu (28/8/2013). Harga kedelai impor semakin melambung membuat para pengusaha tahu dan tempe kesulitan dalam menjalankan usahanya. Mahalnya harga kedelai impor ini akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM CIANJUR,  - Sejumlah kalangan menilai aksi mogok para perajin tahu dan tempe di Kabupaten Cianjur juga dipengaruhi ketidakseriusan pemerintah Kabupaten Cianjur dalam menjalankan program swasembada kedelai. Pasalnya pemerintah Kabupaten Cianjur tak mampu menyediakan kedelai untuk para perajin tahu dan tempe dengan program swasembada kedelai.

"Sebetulnya Cianjur sempat akan dijadikan site percontohan untuk penamanan kedelai, tapi belum dilaksanakan saja dan tidak ada hasilnya. Kegagalan tersebut bukan faktor tanah yang tidak cocok melainkan faktor rendahnya komitmen dinas pertanian dalam melakukan rencana swasembada kedelai," kata Ketua Paguyuban Petani Cianjur, Erwin Rustiana, Jumat (6/9).

Menurut Erwin, Cianjur merupakan daerah agraris. Pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Cianjur yang terbesar pun dari sektor pertanian. Akan tetapi pembangunan sektor pertanian tidak menjadi skala prioritas. Sektor pertanian hanya dijadikan urusan pilihan bukan urusan wajib pemerintah Kabupaten Cianjur.

"Penyusunan rencana pembangunan yang tidak berdasarkan hasil studi yang memadai. Akibatnya penanaman kedelai di Cianjur tidak ada hasilnya sama sekali. Niatan untuk swasembada kedelai itu luluh lantak akibat dari ketidakseriusan pemerintah," kata Erwin.

Hal senada juga dikatakan Sekretaris  Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Kabupaten Cianjur, Hugo Siswaya. Ia menyebut, berdasarkan informasi dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur, potensi tanaman kedelai di Cianjur cukup besar.

"Sebetulnya potensi sampai 12 ribu hektare, bahkan mencapai 28 ribu hektare. Hanya katanya program swasembada kedelai banyak yang tidak berhasil. Alasannya keterbatasan bibit, keterlembatan waktu dan anomali cuaca," kata Hugo. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini