News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Cianjur Berlakukan Jam Khusus Aktivitas PKL

Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pekerja sedang membangun Tempat Penampungan Pedagang Sementara (TPPS) di Pasar Induk Gedebage, Kota Bandung, Jumat (13/9/2013). TPPS ini rencananya akan ditempati oleh Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa menjajakan dagangannya di kawasan Alun-Alun Bandung paling lambat minggu depan. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN

TRIBUNNEWS.COM, CIANJUR - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cianjur akan memberlakukan jam berjualan khusus pedagang kaki lima (PKL). Jam khusus tersebut berlaku untuk PKL yang berada di luar area pasar darurat Pasar Induk Cianjur (PIC) atau di Jalan Suroso.

Pasalnya pembangunan kios darurat menjadi kurang optimal dan maksimal lantaran terhambat dengan kegiatan para PKL yang buka hampir sepanjang hari itu.

Kepala Disperindag Kabupaten Cianjur, Himam Haris, mengatakan, pihaknya akan meminta para PKL yang berada di luar lokasi pasar darurat untuk berjualan sesuai jam yang akan ditentukan. Para PKL itu boleh berjualan mulai pukul 04.00 sampai pukul 09.00.

Pengaturan itu bukan untuk melarang para PKL berdagang lebih lama. Hanya saja pengaturan jam itu dilakukan hanya untuk sementara. Lagi pula lokasi berjualan PKL ini juga akan direlokasi jika kios darurat selesai dibangun.

"Semua ini untuk kenyamanan dan ketertiban semua para pedagang. Karena persoalan pasar selalu berbicara masalah orang banyak," kata Himam usai melakukan rapat bersama pedagang dan Sekda Kabupaten Cianjur di Kantor Bupati, Jalan Siti Jenab, Kamis (17/10).

Himam menambahkan, tak dipungkiri lingkungan Pasar Induk Cianjur masih terlihat semrawut. Pasalnya hampir semua kegiatan, baik parkir, bongkar muat, dan membeli dilakukan di pinggir jalan.

"Nantinya untuk pedagang yang menurunkan barang dagangannya akan dilakukan di lahan parkir ruko yang ada di depan gereja katedral," kata Himam.

Tak hanya itu, Himam mengatakan, pihaknya juga akan menyediakan lahan parkir untuk mengantisipasi adanya pembeli yang membawa motornya masuk ke dalam pasar darurat. Pasalnya kegiatan pembeli yang masuk ke lokasi pasar darurat pun mengganggu percepatan pembangunan kios darurat.

"Nantinya Jalan Selamet yang saat ini dipakai untuk PKL akan dikosongkan. Itu nanti untuk parkir sepeda motor. Sedangkan PKL yang ada di Jalan Selamet akan dipindahkan di pinggir Jalan Suroso," kata Himam. (cis)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini