News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ratusan Pesilat Rusak 13 Rumah, 1 Mobil dan 1 Motor Polisi

Editor: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi -Sekitar 200 sampai 300 anggota perguruan silat serba hitam merusak 13 rumah, 1 mobil dan 1 motor polisi di Dusun Genengan, Desa/Kecamatan Bandung, Tulungagung

TRIBUNNEWS,COMĀ  TULUNGAGUNG -Sekitar 200 sampai 300 anggota perguruan silat serba hitam merusak 13 rumah, 1 mobil dan 1 motor polisi di Dusun Genengan, Desa/Kecamatan Bandung, Tulungagung, Selasa (5/11/2013) dini hari.

Mereka baru saja mengikuti Suran Agung, tradisi tahunan tiap malam 1 Muharram atau 1 Sura yang acaranya serupa dengan penerimaan anggota baru sekaligus pengesahan anggota lama yang mencapai level tertentu.

Usai Suran Agung, mereka ternyata konvoi dan unjuk kekuatan. Saat melintasi Dusun Genengan, mereka masuk kampung dan mencari pemuda dusun yang sebelumnya dianggap memprovokasi.

Namun, karena tidak menemukannya, mereka melempari rumah-rumah penduduk. Sebagian memukul kaca rumah warga, bahkan merusak mobil pickup serta motor polisi. Bahkan, dua pemuda dusun yang sedang cangkruk di warung kopi sempat dihajar.

Konvoi itu sebenarnya juga dikawal belasan polisi namun tidak berdaya mencegah amuk ratusan pesilat. Apalagi, massa yang beringas itu sebagian juga membawa senjata tajam aneka bentuk.

"Kami tidak berani keluar rumah, hanya mengintip. Begitu rombongan pesilat itu kelihatan masuk halaman rumah, kami lari lewat pintu belakang," kata Winoto, seorang kakek Dusun Genengan.

Situasi dusun pun sangat mencekam. Tidak ada warga yang berani keluar rumah. Penduduk sekitar dusun juga tidak berani masuk.

Situasi mulai normal ketika rombongan pesilat itu keluar dusun. Namun, sekitar pukul 03.00 WIB, warga desa saling berbagi kabar bahwa kemungkinan akan ada serangan susulan.

Itu sebabnya, menurut sejumlah warga desa, mereka pun bersiap-siap di tiap jalan masuk dusun. Para pemuda yang lebih siap dibanding sebelumnya, berjaga-jaga sambil membawa berbagai senjata tajam.

"Perangkat Desa memerintahkan kami berjaga-jaga," sahut Warno, pemuda Dusun Genengan.

Ternyata, kabar penyerangan itu tak terjadi hingga setelah subuh.

Peristiwa seperti ini selalu berulang tiap Suran Agung. Namun, untuk kesekian kalinya polisi tak mampu mengantisipasi.

Dikonfirmasi soal ini, Kapolres AKBP Whisnu Hermawan Februanto berjanji akan mencari kelompok perusak itu. "Secepatnya kami tangkap mereka," janjinya.

Ia juga berniat mempertemukan para tokoh perguruan silat itu, tokoh warga dan tokoh agama untuk mengendalikan situasi ini.

"Kami juga sudah koordinasi dengan bupati dan Muspika mengenai pemberian santunan untuk rumah-rumah penduduk yang dirusak massa," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini