News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tiga Ibu Rumah Tangga di Ciamis Terinfeksi HIV

Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas mengambil sampel darah hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov DKI Jakarta saat layanan tes HIV gratis di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (22/10/2013). Layanan pemeriksaan gratis ini akan berlangsung hingga 21 November, bertujuan untuk penanggulangan HIV dan AIDS. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha

TRIBUNNEWS.COM, CIAMIS - Tiga ibu rumah tangga dan seorang balita di Ciamis terjangkit HIV/AIDS tahun 2013 ini.

Data tersebut diungkapkan Deni Wahyu, aktivis Peduli HIV/AIDS LSM Wisma pada workshop penanggulangan HIV /AIDS di Aula Hotel Arinda Ciamis, Kamis (14/11).

Workshop dihadiri 25 kader posyandu dari Kecamatan Banjarsari, Panumbangan, Sindangkasih, dan Ciamis Kota, berikut aktivis LSM, PMI, petugas puskesmas, BKBBN dan dari RSU Ciamis.

Menurut Deni, pada era tahun 1987-1997 kasus HIV/AIDS kebanyakan ditemukan di kalangan homseksual (lelaki suka lelaki).

Pada era tahun 1997-2007 kasus HIV/AIDS didominasi oleh kalangan penyalahguna narkoba. Namun sejak tahun 2007 sampai sekarang, kasus HIV/AIDS paling banyak ditemukan di kalangan pelaku heteroseksual termasuk kalangan rumah tangga.

Ketiga ibu rumah tangga penderita HIV/AIDS yang ditemukan di Ciamis tahun ini, kata Deni, memiliki suami yang juga menderita HIV/AIDS.

"Rata-rata suami mereka bekerja sebagai buruh atau sopir di luar Ciamis. Mungkin karena berhubungan seks tidak terkontrol dengan wanita dari kelompok risiko tinggi. Dan, ketika pulang ke Ciamis mereka bawa 'oleh-oleh', lalu menularkan HIV/AIDS pada isteri masing- masing," ujar Deni.

Namun, virus HIV/AIDS tidak hanya menular melalui hubungan seksual. Virus ini juga menular melalui darah serta air susu ibu.

Begitu besarnya ancaman penularan HIV/AIDS kepada ibu rumah tangga ini, kata Deni, langkah yang harus dilakukan adalah merangkul para kader posyandu yang selama ini sudah aktif berkomunikasi dengan ibu dan anak-anak untuk menyosialisasikan pencegahan HIV/AIDS.

"Kader pos yandu tak hanya lagi bertugas menimbang balita tiap bulan dan memantau gizinya, tetapi juga mengingformasikan tentang bahaya HIV/AIDS. Bila ada ibu-ibu yang mengeluh terjangkit IMS (infeksi menular seksual) atau menderita penyakit yang kunjung sembuh yang diduga akibat kekebalan tubuh menurun, segera antar ke puskesmas atau RSU untuk menjalani test visite. Test visite ini gratis," ujarnya.(sta)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini