News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pengecer di Makassar Belum Tahu Harga Elpiji 12 Kg Akan Naik

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Laporan Wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Isu kenaikan harga gas elpiji (LPG) 12 Kg oleh pemerintah diakhir Agustus 2014 ini, tidak berpengaruh terhadap stok LPG di Makassar, baik di penyalur ataupun pengecer.

Dari pantauan Tribun Timur (Tribunnews.com Network), Selasa (12/8/2014) di penyalur gas elpiji di SPBU Dr.Sam Ratulangi Makassar, nampak ativitas jual dan isi ulang gas elpiji dalam kondisi normal.

Hal ini juga diungkapkan pengelola gas elpiji di SPBU Ratulangi, Edi.

Ia mengatakan bahwa sampai saat ini, stok  elpiji yang ia kelola cukup untuk sampai dua bulan kedepan, baik ukuran 12 Kg, ataupun 3 Kg.

"Belum ada tanda-tanda ini ada kelangkaan gas pak, orang dari Pertamina juga belum kasih informasi kepada kami bahwa ada kelangkaan atau kenaikan harga, " kata, Edi.

SPBU Ratulangi harga gas elpiji 12 kg sebesar Rp 96 ribu untuk isi ulang, untuk beli baru seharga Rp 450 ribu, sedangkan gas elpiji 3 kg untuk isi ulangnya seharga Rp 14.500, sedangkan, beli baru sebesar Rp 145 ribu.

Di tempat terpisah, salah satu pengecer di kios Frans yang berada di Jl Cendrawasih tepat didepan kantor BPN Sulsel, juga belum mengalami ada tanda kelangkaan gas elpiji.

Frans pemilik kios pengecer, mengatakan baru tahu dari tim Tribun, kalau harga akan dinaikkan oleh pemerintah.

"Saya tidak tahu itu dek, tapi kalau pemerintah naikkan harga otomatis saya juga naikkan, " kata Frans.

Untuk isi ulang gas elpiji di toko frans dengan ukuran gas 12 kg senilai Rp 100 ribu, sedangkan gas 3 kg Rp 15 ribu.

Kepada tribun-timur.com Frans mengharapkan dengan adanya rencana pemerintah menaikkan harga gas, kiranya harus mempertimbangkan dan mengkaji lebih dalam, apabila dampaknya baik kepada konsumen khususnya pengecer lebih baik "untung" dari sebelumnya, silahkan, kata Frans, tapi apabila hanya menguntungkan bagi pihak si pemilik modal, itu jangan dinaikkan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini