News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Liga Super Indonesia

Korban Flare di Stadion Kanjuruhan Lapor Polisi

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sejumlah kembang api dinyalakan para Aremania, fans fanatik Arema Cronous saat mendukung tim kebanggaannya dalam laga uji coba melawan Eintracht Frankfrut U-23 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (5/10/2013). Arema Cronous unggul atas tim Jerman itu dengan skor 3-2 (2-1). SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO

TRIBUNNEWS.COM,MALANG – M Akrom Hidayatulloh (25), korban percikan flare saat pertandingan Arema-Persipura pada 12 Oktober 2014 melaporkan kasus yang menimpanya di Polres Malang.

Pekerja swasta kelahiran 24 April 1989 ini mendatangi SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polres Malang, Rabu (15/10/2014) siang. Nomer laporannyan LP/349/X/2014/Jatim/ResMalang.

Akrom didampingi Awang, Korwil Stadion Kanjuruhan ketika mendatangi polres.

"Saya barusan selesai visum di RSUD Kanjuruhan," jelas Akrom kepada Surya Online(Tribunnews.com Network).

Namun ia enggan menjelaskan detil soal pelaporan itu.

Terlihat ada bekas luka bakar di bagian kiri lehernya yang sudah menghitam. Warga Jl Kauman, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan itu kemudian masuk ke unit 2 Satreskrim Polres Malang.

Sementara itu, Awang terpisah menyatakan kejadian penyalaan flare itu terjadi saat injure time sekitar pukul 21.00 WIB-an.

"Dengan kejadian kemarin (penyalaan flare), Aremania bisa menahan diri lagi. Masalahnya banyak yang dirugikan," jelas Awang.  

Sebab sejak lama sudah ada larangan menyalakan flare, petasan dll saat pertandingan. Hal yang dikhawatirkan dari dampak itu adalah sanksi tanpa penoton.

"Maka banyak pihak yang mulai dirugikan. Mulai manajemen, pedagang, tukang parkir dll tidak memperoleh masukan," kata Awang.

Ia menceritakan lagi informasi dari komdis perkiraan kerugian sekitar Rp 3,5 miliar.

Itu dari pendapatan tiket, parkir dll. Menurut Awang, posisi korban dibawah oknum Aremania yang menyalakan flare.

Tapi korban tidak mengenalinya. Katanya, di belakangnya ia melihat ada tiga orang yang membakar flare.

Baju jersey yang dipakainya juga sempat terbakar.
Karena kejadian itu, ia sudah tiga hari tidak bekerja. Usai kejadian, untuk pertolongan pertama, ia sempat diberi pasta gigi.

Akrom mengaku selalu melihat pertandingan sepakbola. Saat kejadian, ia duduk di gate 4 kelas ekonomi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini