TRIBUNNEWS.COM. NUNUKAN- Keluarga Kerajaan Bulungan Kalimantan Utara berencana akan mengangkat kembali bangkai kapal Warmond yang tenggelam di Sungai Kayan. Informasi yang dapat Kompas.com, pengangkatan kapal pesiar milik Kesultanan Bulungan tersebut akan dilaksanakan tahun ini.
“Semua sudah siap kok. Penyelamnya dari Korea Selatan, mereka semua bersertifikasi internasional. Donatur sudah siap, penyelam juga sudah siap. Dalam waktu dekat kita mau angkat kapal Warmond itu. Kan permohonan mereka sudah disetujui. Tinggal ijin dari pemerintah," kata salah satu pengusaha yang enggan namanya ditulis, Jumat (23/1/2015).
Menurut sumber itu, saat ini pengangkatan bangkai kapal yang tenggelam setengah abad silam, tinggal menunggu izin dari Gubernur kepada tim yang diberi nama Alfa Marine Co.ltd. "Makanya saya kejar Gubernur di Nunukan ini,” ujar dia.
Kapal Warmond dirancang oleh seorang arsitek perkapalan Belanda, H. S. de Vries, pada tahun 1939. Warmound memiliki ukuran panjang 28,50 meter dengan lebar lima meter. Sebagai kapal pesiar, Warmond bisa dikatakan sangat mewah untuk ukuran pada masa itu. Kontruksi kapal Warmound terbuat dari baja anti karat dengan ketebalan baja 5 hingga 7 mm.
“Kapal ini dibuat di Belanda. Jaman dahulu kapal ini digunakan untuk urusan bisnis kesultanan. Sultan jaman dulu kan pebisnis, pedagang. Karena kita tahu kekuasaan Kesultanan Bulungan itu mencapai Malaysia hingga Sulu,” imbuh dia.
Sebelumnya, Bupati RA Besing sempat berupaya mengangkat bangkai Warmond tersebut. Tujuannya adalah sebagai destinasi pariwisata di Kalimantan Timur. Namun, hingga masa jabatannya berakhir, pengangkatan tersebut belum bisa terealisasi.
“Banyak orang mengaitkan hal tersebut dengan mistik. Bahwa kapal tersebut ada penunggunya dan lain sebagainya. Kita nanti akan melakukan upacara ritual adat setempat agar dalam pengangkatan kali ini bisa berhasil,” kata sumber itu lagi.
Kini, dengan pengangkatan kapal Warmond, diharapkan sejarah keberadaan Kesultanan Bulungan yang pernah berjaya di era 1700 hingga 1900an tersebut menjadi kajian bagi generasi muda Kalimantan Utara.
“Kalau diangkat, kapal ini akan menjadi suatu sejarah. Memang tidak memiliki arti ekonomi, tetapi memiliki arti sejarah yang luar biasa. Karena jaman dulu Kesultanan Bulungan merupakan kerajaan besar,” tegas dia.(Kontributor Nunukan, Sukoco)
Baca tanpa iklan