News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dilarang Isi Solar Subsidi, Sopir Mogok dan Parkir Truk di Kantor DPRD

Editor: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Protes larangan beli BBM subsidi di SPBU ratusan sopir mogok kerja sambil memarkir truk mereka di halaman kantor dprd matra hingga meluber ke jalan raya.

TRIBUNNEWS.COM. MAMUJU UTARA- Puluhan sopir truk termasuk truk tanki CPO (crude palm oil) milik perusahaan kelapa sawit di Mamuju Utara, Sulawesi Barat, menggelar aksi unjuk rasa dengan cara memarkir truk di halaman Kantor DPRD setempat, Rabu (28/1/2015).

Antrean puluhan truk itu meluber hingga ke jalan raya di depan Kantor DPRD. Akibat aksi ini, karyawan DPRD dan warga kesulitan mencari tempat parkir.

Para sopir mendesak wakil rakyat dan pemerintah setempat agar mencabut larangan bagi truk untuk menggunakan solar bersubsidi. Mereka berdalih tak mempunyai tempat untuk membeli kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) yang cukup untuk menunjang operasional truk.

Mereka juga menggugat tindakan aparat kepolisian yang menangkap para sopir truk berikut kendaraannya, yang kedapatan mengisi BBM bersubsidi. Sebab, saat ditangkap mereka harus membayar "tebusan" sebesar Rp 5 juta kepada petugas, agar bisa bebas.

Jonatan, salah satu sopir truk yang melakukan aksi protes, mengatakan, penangkapan sopir truk yang membeli BBM di Pertamina seharusnya diawali dengan sosialisasi lebih dahulu, minimal tiga hari. Hal ini penting, agar sopir bisa mengerti alasan larangan tersebut.

Para sopir beralasan selama puluhan tahun mereka hanya membeli BBM di SPBU Pertamina tanpa ada larangan, apalagi penangkapan. “Tidak ada sosialisasi lebih dahulu. Para sopir langsung ditangkap di SPBU. Dan, baru bisa lepas setelah mebayar Rp 5 juta per truk,” ujar Jonatan.

Para sopir yang berunjuk rasa ini kemudian diterima oleh perwakilan Komisi III DPRD Mamuju Utara di ruang aspirasi. Sementara, Kepala Polres Mamuju Utara, AKBP Raspani membantah adanya kutipan Rp 5 juta untuk menebus truk yang ditahan.

Menurut Raspani, petugas memamng melakukan penangkapan terhadap para sopir truk yang kedapatan mengisi BBM di SPBU, namun tidak menerapkan uang tebusan. Menurut dia, aturan itu merujuk kepada Surat Edaran Bupati Mamuju Utara.(Kontributor Polewali, Junaedi)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini