TRIBUNNEWS.COM.PASURUAN - Kholik (35), pedagang perak di Bangil, Kabupaten Pasuruan, ditemukan tewas, Sabtu (11/7/2015), dalam kondisi mengenaskan di ruko miliknya di Plaza Bangil.
Diduga korban tewas beberapa hari sebelumnya sebab menurut tetangga ruko korban, Jaelani (42), korban biasanya pasti muncul tiap hari dan membuka tokonya.
"Sudah dua hari saya tak melihat tetangga saya itu (Kholik). Padahal dia orangnya supel dan selalu menyapa kami, tetangganya," kata Jaelani kepada Surya, Sabtu (11/7/2015).
Awalnya pembunuhan diketahui ketika beberapa warga ruko melihat ada darah keluar dari ruko milik Kholik. Hal itu menimbulkan kecurigaan warga yang kemudian melapor ke Polres Pasuruan. "Ternyata kekhawatiran kami terjadi, tetangga kami tewas," sambungnya.
Jaelani menuturkan, ada dua luka menganga di bagian belakang kepala tetangganya itu. Luka inilah yang mengalirkan darah korban hingga ke pintu ruko sehingga diketahui warga sekitar.
"Semoga pembunuhnya bisa segera ditangkap. Kami sebagai tetangga ruko juga jadi takut kalau sepertj ini," ujarnya.
Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Choirul Hidayat menyatakan, tewasnya Kholik warga Desa Ndog Banteng, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, diduga merupakan perampokan dengan kekerasan.
Di ruko korban, lanjutnya, banyak barang-barang berharga yang hilang. "Setidaknya, uang Rp 20 juta dan perak seberat 12 Kg juga lenyap," imbuh Choirul.
Choirul memprediksi korban sempat melawan karena bercak darah berceceran di hampir seluruh ruangan. Dan dua luka di belakang kepala Choirul menerangkan hal tersebut merupakan bentuk perlawanan yang dilakukan korban.
"Kami sudah olah TKP dan sudah mendapatkan titik terang peristiwa perampokan ini. Semoga dalam waktu dekat akan kami bekuk pelakunya," tegasnya.
Baca tanpa iklan