TRIBUNNEWS.COM, GIANYAR - Dua kelompok pemuda dengan membawa senjata tajam bergerombol di kawasan Cafe Jarot di jalan Bypass Ida Bagus Mantra, Sukawati, Gianyar, Bali.
Mereka bersiap duel setelah sebelumnya mendapatkan curhatan dari dua orang perempuan di tempat hiburan ini.
Kejadian tersebut berlangsung Selasa, (28/7/2015) pukul 01.00 Wita. Peristiwa itu dipicu curhatan perempuan berinisial AW dan AN kepada kekasihnya masing-masing.
Baca: Kelompok Pemuda Nyaris Bentrok Gara-gara Broadcast Dua Gadis Mabuk
Dua perempuan ini terlibat cekcok di kafe. Malam itu, mereka yang sudah mabuk dan saling tantang satu sama lain.
W mengklaim punya pacar dari ormas, AN juga demikian.
"Berawal dari bahasa orang yang lagi mabuk, kan repot," kata Kapolres Gianyar, AKBP Farman kepada Tribun Bali, Selasa.
Mereka berdua lalu mengambil ponsel masing-masing. AW asal Bondowoso yang bekerja di kafe ini diduga mengirim pesan berantai ke sejumlah temannya.
Begitu juga AN asal Negara yang malam itu pergi ke Cafe Jarot sebagai pengunjung juga melakukan hal yang sama.
Kata Kapolres, pesan berantai inilah yang diduga memicu datangnya dua kelompok tersebut.
"Nadanya memang provokatif. Mereka diminta kumpul karena temannya sedang ada masalah," jelasnya.
Lanjut cerita, mereka yang mendapatkan pesan berantai memberikan reaksi. Sejumlah orang akhirnya datang ke tampat yang ditunjukkan.
Ada yang membawa mobil, ada juga yang membawa sepeda motor. Beruntung gelagat akan adanya bentrok diketahui polisi.
Aksi bentrok dua kelompok ini akhirnya digagalkan.
Namun sejumlah pemuda berbadan kekar ini kabur, petugas menghentikan dua mobil yang hendak kabur.
Setelah dilakukan penggeledahan ditemukan parang, sabit, taji, linggis, balok besi hingga replika senjata api.
"Dari hasil operasi yang rutin, kami temukan dua mobil yang di dalamnya setelah digeledah ternyata ada banyak senjata. Tentu kami proses," ucap Kapolres.
Mereka kemudian dijebloskan ke sel tahanan karena membawa senjata tajam.
Mereka dijerat dengan UU darurat yang ancamannya 10 tahun penjara.
Hingga Selasa malam kemarin petugas masih melakukan pemeriksaan terhadap belasan pemuda tersebut.
Sebelumnya 19 orang pada malam kejadian sudah diamankan ke polres.
“Tapi saya tegaskan, ini bukan masalah antar ormas,” ungkapnya.
Baca tanpa iklan