News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tolak Calon Bupati yang Diusung PDIP, Simpatisan PDIP Situbondo Ancam Golput

Editor: Sugiyarto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Belasan simpatisan PDIP saat melakukan aksi unjuk rasa di pelabuhan Panarukan, Jumat (14/08/2015)

TRIBUNNEWS.COM, SITUBONDO - Belasan simpatisan partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), melakukan aksi untuk rasa menolak dukungan terhadap calon bupati yang diusungnya.

Bahkan, dalam aksinya mereka mengacam akan membaikot calon bupati yang diusung PDIP tersebut.

Aksi yang hanya berlangsung selama 15 menit di dermaga pelabuhan Panarukan itu, mereka juga membawa poster burtuliskan berbagai kecaman.

Salah seorang simpatisan PDIP, Pepeng mengatakan aksi ini sebagai bentuk penolakan atas pengusungan calon oleh PDIP, karena calon yang diusung itu merupakan calon tidur.

"Jika kiai terlibat partai politik, maka itu memakai hadis setan bagi kami," kata Pepeng berapi api disela aksinya, Jumat ( 14/08/2015).

Sebagai bentuk konsekuensi penolakan, maka simpatisan PDIP yang ada di Desa Kilensari akan tidak akan mendukung calon yang diusung PDIP tersebut.

"Disini ada 3000 simpatisan PDIP yang tidak akan mendukung," tegasnya,

Pepeng mengaku kecewa dengan partai yang selama ini dikaguminya, karena rekomendasi turunnya tidak cepat.

Bahkan, menurutnya, ketua DPc PDIP telah salah memilih calon bupati dan gagal membesarkan partai PDIP di Situbondo.

"Jelas kecewa, tapi kami tetap mendukung Hadiwiyono," tukasnya.

Menanggapi aksi simpatisannya, ketua DPC PDIP Situbondo, Narwiyoto mengatakan dirinya tidak mengetahui, siapa yang melakukan aksi itu.

"Ya saya mau konfirmasi siapa yang melakukan itu, karena khawatir ada orang orang yang hanya ingin menjatuhkan," kata Narwiyoto saat dikonfirmasi SURYA Online di kantor DPRD.

Jika mereka itu merupakan pengurus partai, kata politisi PDIP ini, berarti mereka mengabaikan perjuangan ideologi yang mengedepankan musyawarah mufakat serta keputusan yang harus didukung bersama.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini