News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kepala Puskesmas Sinjai Dicopot Gara-gara Tolak Mengangkut Mayat Bocah dengan Ambulans

Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Puskesmas Lappadata Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, punya mobil ambulans (ambulance), mobil ambulans mewah lho, Toyota Innova, dipantau, Senin (28/9/2015). Sayang, ambulans mulus ini tidak boleh dipakai angkut mayat bocah bernama Masra Nurhayati (insert:kanan). Jasad Masra pun terpaksa diangkut pakai sepeda motor.

Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri

TRIBUNNEWS.COM, SINJAI - Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Lappadata, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, dr Suherlan dicopot dari jabatannya sebagai kepala Puskesmas setempat oleh Bupati Sinjai, Sabirin Yahya, Rabu (30/9/2015).

Baca: Kisah Pilu Ambo, Pembonceng Mayat Masra di Sinjai

Suherlan dicopot hanya tidak lama setelah pihaknya menolak mengangkut mayat bocah Masra Nurhidayah dengan menggunakan mobil ambulans mewah puskesmas tersebut.

Mayat Masra kala itu terpaksa dibonceng sepeda motor ke kediaman duka, jauh ke pelosok, di Desa Matunrung Tellue, Sinjai.

Diberitakan sebelumnya, kisah pilu Masra Nurhidayah, bocah berumur tujuh tahun yang meninggal di Puskesmas Lappadata turut memberikan kesan mendalam bagi Ambo Enre (40).

Warga Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan ini adalah orang yang membonceng mayat Masra, usai dinyatakan meninggal, Kamis (24/9/2015).

Ambo membonceng mayat Masra dari Puskesmas Lappadata ke rumah duka di Dusun Bontopanno, Mattunreng Tellue.

Pihak Puskesmas setempat tidak mengizinkan mobil ambulans setempat digunakan mengangkut mayat bocah yang sudah duduk kelas dua di SDN 59 Batulappa tersebut.

Ambo juga tercatat sebagai Sekretaris Desa Mattunreng Tellue, Kecamatan Sinjai Tengah.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini