News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

"Jangan Gunakan Ambulans untuk Pergi ke Pasar, Apalagi Angkut BBM Ilegal"

Editor: Y Gustaman
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERIKSA AMBULANS - BupatiYusranAspar bersama Ketua DPRD Nanang Ali saat memeriksa ambulans yang akan diserahkan kepada desa/kelurahan di PPU, Rabu (25/11). (TRIBUN KALTIM/SAMIR)

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Samir

TRIBUNNEWS.COM, PENAJAM - Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar mengingatkan seluruh kepala desa dan lurah yang menerima bantuan ambulans tidak menggunakannya untuk keperluan selain untuk melayani masyarakat.

"Jangan sampai ambulans dipakai ke pasar apalagi bila mengangkut BBM ilegal. Itu tidak boleh. Ambulans untuk mengangkut warga yang ingin berobat di puskesmas maupun rumah sakit," tegas Yusran sebelum menyerahkan 16 ambulans kepada kades dan lurah di halaman Kantor Bupati Penajam Paser Utara, Rabu (25/11/2015).

Hadir dalam penyerahan ini, Wakil Bupati Mustaqim MZ, Ketua DPRD Nanang Ali, Kapolres AKBP Raden Djarot Agung Riadi, Plt Sekkab Tohar, Kepala Dinas Kesehatan, Arnold Wayong serta sejumlah kepala desa dan lurah.

Yusran mengaku miris mendengar pelayanan ambulans di puskesmas, karena tidak bisa dioperasikan lantaran bensin serta kunci mobil entah disimpan di mana, termasuk tidak adanya sopir.

Namun dengan adanya ambulans ini, maka masyarakat yang membutuhkan bisa langsung meminta kepada desa maupun kelurahan.

Selama ini yang bisa memiliki ambulans hanya puskesmas maupun rumah sakit, namun saat ini yayasan dan kelompok masyarakat juga sudah memiliki fasilitas kesehatan ini.

Untuk biaya operasional, Yusran meminta kepada desa untuk menyediakan anggaran melalui ADD, sementara untuk kelurahan agar diajukan di RKA melalui anggaran pemberdayaan masyarakat kelurahan.

Ia meminta agar ambulans ini dirawat sehingga dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat terutama yang ingin berobat di puskesmas maupun rumah sakit.

Yusran meminta kades dan lurah untuk selalu berkoordinasi dengan tenaga medis terutama bidan maupun perawat di Polindes.

"Jangan sampai nanti ada warga yang meninggal dalam ambulans, karena tidak ada bidan maupun perawat yang mendampingi," tegas dia. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini