News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ditutupnya Kebun Binatang Bandung Buat Kecewa Pengunjung

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengunjung Kebun Binatang Bandung kecewa dan hanya bisa duduk lesehan di halaman parkir karena pengelola kebun binatang menutup sementara untuk umum, Kamis (12/5/2016).

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG  - Matinya Yani salah satu Gajah di Kebun Binatang Bandung, membuat tempat wisata tersebut tutup untuk sementara waktu, Kamis (12/5/2016).

Pengunjung yang datang dari luar kota merasa kecewa, karena tidak bisa melihat koleksi binatang.

Salah satunya adalah engunjung dari Paud Nurul Falah, Subang.

Ida (42), guru PAUD Nurul Falah, mengatakan ia mengajak para siswanya datang ke kebun binatang untuk memberikan penyegaran usai melakukan proses belajar mengajar.

"Kami sudah sejak pukul 06.00 di sini, membawa mereka (siswa, Red) untuk membuat anak menjadi refresh dan memberikan edukasi pula," katanya kepada Tribun Jabar, Rabu (12/5/2016).

Ia pun merasa kecewa kepada pihak pengelola kebun binatang, terkait tidak adanya konfirmasi terlebih dahulu kepada para pengunjung.

Ida mengatakan dirinya mendapat imbauan menunggu hingga pukul 11.00, karena adanya proses otopsi oleh pihak tim medis hewan.

"Ya kami menunggu dahulu, kalau memang anak-anak tidak sabar, mungkin cari arah balik atau alternatif ke kebun strawberry," ucapnya.

Lanjut Ida, untuk ke depannya kepada pengelola kebun binatang, agar konfirmasi lebih awal kepada para pengunjung supaya tidak kecewa.

Selain itu kekecewaan pun dirasakan oleh pengunjung lainnya, Faisal (10), murid MD Nurul Falah.

Ia menyebut ingin melihat beberapa hewan atau satwa di kebun binatang tersebut, seperti gajah, jerapah, zebra, dan lain-lain.

"Kecewa sih, karena tadinya ke sini (Kebun Binatang, Red) sudah cepat-cepat, mau melihat, tapi justru ditutup," ucapnya. (ff)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini