News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Paguyuban Ojek se-Solo Tolak Ojek Berbasis Aplikasi

Editor: Y Gustaman
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ratusan pengemudi Gojek mengantar Wiwin Lady Gojek (didalam mobil putih) yang kakinya di amputasi akibat kecelakaan saat meliintas di Kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Minggu (10/4/2016). Wiwin diamputasi kakinya akibat kecelakaan yang dialami beberapa waktu lalu. Warta Kota/angga bhagya nugraha

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Paguyuban ojek se-Surakarta mengikuti bimbingan dan penyuluhan di Gedung Bhayangkara Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (18/5/2016).

Kegiatan yang diselenggarakan Satuan Bimbingan Masyarakat Polresta Surakarta ini diikuti 150 pengemudi ojek.

Kasat Binmas Polresta Surakarta, Kompol Taufik Oktavianto, mengatakan penyuluhan dilakukan sebagai salah satu bentuk komunikasi kepada para pengemudi ojek.

"Sekecil informasi atau masalah yang mereka hadapi bisa segera teratasi," kata Taufik usai "Serasehan dengan FKPM Komunitas Ojek Surakarata."

Taufik mengatakan, para pengayuh becak banyak mengusulkan agar ojek berbasis aplikasi tidak mendapat ruang di Solo. "Mereka banyak menolak ojek online," kata dia.

Sementara itu seorang peserta, Wisnu, mengatakan jika ojek berbasis aplikasi masuk ke Solo justru akan menurunkan omzet pengemudi ojek pangkalan.

"Kami sepakat menolak ojek online," terang pengurus paguyuban ojek Stasiun Balapan Solo.

Meski Pemkot Solo melarang ojek berbasis aplikasi, aplikasi Get-Jek sudah dapat diunduh melalui ponsel berbasis Android.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini