Laporan Wartawan Surya Monica Felicitas
TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Sebanyak 60 peserta Tagana Jawa Timur, yang berasal dari 25 kabupaten dan kota dikukuhkan oleh Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, di kawasan Waduk Kedurus Surabaya, Sabtu (16/7/2016)
Sebelumnya para peserta ini diberikan pembekalan selama tiga hari, mulai tanggal 14 hingga 16 Juli 2016 di Oval Hotel Surabaya, dengan bimbingan dari Banser Jawa Timur.
Kegiatan ini merupakan kerjasama, antara Banser Tanggap Bencana Jawa Timur dengan Kementrian Sosial RI.
Para peserta ini merupakan angkatan pertama yang dibentuk guna membantu adanya bencana alam yang terjadi di Jawa Timur.
Abdul Rasyid, Koordinator Satkorwil Banser Jatim, menyatakan para peserta ini diharapkan menjadi kader-kader terdepan dan menjadi cekatan dalam merespon membantu setiap bencana alam yang ada khususnya di Jawa Timur.
"Karena di Jatim rawan bencana banjir, longsor, erupsi, seperti di Kawah Ijen, Gunung Bromo, dengan pelaksanakan kegiatan ini, kami ingin melatih bahwa Tagana, ketika dilapangan saat Banser juga menurunkan personil, mereka menyatukan visi dan misi membantu para korban bencana," pungkas Abdul Rosyid kepada Surya.
Adapun pelatihan yang para peserta dapatkan ialah evakuasi bencana, dapur umum, rescue dan lain sebagainya.
"Biar dilapangan dalam satu komitmen dan satu bahasa," imbuhnya.
Adapun penyaringannya para peserta ini, terdiri dari beberapa satuan khusus.
"Penyaringan para peserta merupakan rekomendasi satuan koordinator cabang, yang didelegasikan sebagai peserta," ujar Abdul.
Dalam kesempatan ini, Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, selain melakukan pengukuhan dengan mengenakan slayer kepada peserta secara simbolis, ia juga berpesan agar selalu menjaga kebersamaan melalui seluruh elemen masyarakat Jatim.
"Ini menjadi bagian penting, karena untuk membangun sensitifitas kita, ketika bersama harus memberikan support kepada yang terkena bencana alam maupun bencana sosial," ujar Khofifah.
Ia berharap dengan adanya satuan khusus ini, dapat menjadi penguat bagi bangsa dan khususnya tanggap kepada para korban bencana alam.
"Sejauh ini ada 274 kabupaten dan kota yang rawan bencana. Semoga pengabdian kita yang ada disini lebih baik lagi, bagi bangsa saat ini dan yang akan datang," pungkas Khofifah mengakhiri.
Baca tanpa iklan