News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Enam Perempuan Misterius Dibalik Kematian Aipda I Wayan Sudarsa Diburu Polisi

Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, KUTA - Saat menjalankan tugas di pos jaga Hotel Pullman di Jalan Raya Pantai Kuta, Badung, Bali, Suryana (21) tiba-tiba mendengar suara teriakan `oow` dari arah Pantai Kuta.

Saat itu sekitar pukul 01.15 Wita dinihari, Rabu (17/8/2016).

Dengan cepat Suyana pun lari mendekati tempat asal teriakan yang berada di seberang pos jaga.

Namun, setelah mendekat ke lokasi asal teriakan, dari jarak 4 meter Suryana menyaksikan ada 6 perempuan dan seorang lelaki di pinggir pantai itu.

Tiga perempuan duduk di bawah pohon, dua perempuan lain terlihat tangannya merangkul leher seorang lelaki yang sedang telentang di pasir pantai, dan seorang perempuan lagi tampak duduk di atas tubuh lelaki itu.

Suryana tak menyangka bahwa adegan itulah yang tampaknya merupakan bagian dari rangkaian aksi pembunuhan, dengan korban seorang anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Denpasar yang bertugas di Polsek Kuta, yakni Ajun Inspektur Dua (Aipda) I Wayan Sudarsa.

Baca: Aipda Wayan Sudarta Tewas di Pantai Kuta Diduga Korban Penganiayaan

Pada saat kejadian, polisi yang berusia 53 tahun itu sedang dalam tugas giliran jaga di kawasan Kuta.

"Karena mendengar suara rintihan agak keras, saya lantas menuju pantai untuk mengetahui apa yang terjadi. Saat itu, saya melihat ada seorang lelaki dan beberapa perempuan. Perempuan itu, ada yang lokal dan bule. Karena saya kira mereka hanya main-main, maka saya pun kembali ke hotel untuk melanjutkan jaga," kata Suryana kepada Tribun Bali (Tribunnews.com Network) usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Mapolsek Kuta kemarin.

"Saya menyesal, ternyata dua jam kemudian saat mengecek ulang lokasi, saya mendapati lelaki tadi sudah tergeletak bersimbah darah, dan sepertinya sudah tak bernyawa. Saya lantas melapor ke komandan regu jaga hotel," imbuh Suryana yang terlihat wajahnya agak pucat dan mata memerah lantaran belum tidur semenjak menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

Suryana mengaku, ia sempat melihat para perempuan itu berjalan-jalan dan tertawa lepas di pantai sebelum dia mengecek ulang lokasi.

Tubuh para perempuan itu dipenuhi pasir putih pantai.

"Saya melihat jelas sekali wajah perempuan yang di atas tubuh korban adalah orang lokal Indonesia. Tapi saya tidak jelas apakah mereka itu banci atau perempuan tulen. Soalnya, saat itu mereka tak bersuara," ujarnya.

Dibantu jajaran Polresta Denpasar, Rabu (17/8/2016) pagi, tim Polda Bali dan Inafis Mabes Polri melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, yang berjumlah tiga orang, dan juga mengamati seluruh CCTV yang ada di seputar TKP (Tempat Kejadian Perkara).

Seusai meninjau lokasi sekitar pukul 12.00 Wita kemarin, Kapolda Bali Irjen Pol Sugeng Priyanto menjelaskan motif dari kasus pembunuhan ini belum bisa disimpulkan.

Apalagi jumlah saksi juga terbatas, yakni tiga orang.

Dua orang adalah petugas sekuriti Hotel Pullman, dan seorang saksi adalah pecalang setempat.

Menurut pemeriksaan sementara, korban diketahui meninggal akibat senjata tajam. Korban mengalami luka di bagian kepala, leher dan kaki.

Saat ditemukan, korban mengenakan seragam dinas.

"Kepolisian mendapatkan saksi yang sangat minim jumlahnya. Karena masih minim keterangan yang diperoleh, kepolisian akan melakukan pemeriksaan ulang terhadap saksi utama. Saya belum bisa menyimpulkan apa motif yang ada di balik peristiwa ini. Polda sudah membentuk tim untuk menyelidikinya," jelas Kapolda.

Menurut informasi di lapangan, pada hari kejadian korban memang sedang dalam jadwal tugas bersama seorang rekannya.

Mereka biasa berada di pos jaga Hard Rock, Kuta.

Usai melakukan pemeriksaan bersama unit Inafis di TKP, Kapolda juga ikut memeriksa rekaman CCTV di Hotel Pullman.

Namun, karena jarak CCTV (yang ada di lantai dua hotel) dengan TKP sekitar 100 meter, diperkirakan rekamannya tak terlihat jelas.

CCTV di lantai dua hotel itu memang diarahkan ke kawasan pantai di depan hotel.

Baca: Kesaksian Sekuriti Hotel: Jasad Aipda Wayan Sudarsa Diduduki Bule Wanita

Sebuah sumber di kepolisian menyebutkan, ada kemungkinan korban dijebak saat lengah, dan kemudian dihabisi di pinggir pantai oleh para pelaku.

"Korban memiliki tubuh besar dan sepertinya tenaganya cukup besar kalau hanya melawan dua wanita, setidaknya dia masih bisa bertahan. Lain cerita jika korban dalam kondisi mabuk. Saat dia lengah, ada seseorang yang bersembunyi di sekitar TKP yang kemudian membunuhnya. Tapi, kita masih terus mengumpulkan bukti-bukti dan mendalaminya dengan pemeriksaan saksi-saksi," kata sumber itu kepada Tribun Bali.

Dari TKP, petugas mendapatkan sejumlah barang-bukti.

Antara lain jaket parasut warna hitam yang diduga milik korban, pecahan beberapa botol bir, tas kulit hitam untuk perempuan, 1 unit sepeda motor Vario hitam milik korban, papan surfing warna putih dalam keadaan rusak parah, serta 1 buah ponsel Nokia dan 1 HT milik korban.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini