News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Perbatasan Trenggalek-Ponorogo Longsor, Lalu Lintas Macet

Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI: Jalur jalan raya di perbatasan Kabupaten Teanggalek-Ponorogo

TRIBUNNEWS.COM, TRENGGALEK-- Jalur antarkota di perbatasan Kabupaten Trenggalek dan Ponorogo, Jawa Timur, Senin kembali longsor sehingga memicu kemacetan arus lalu lintas sampai beberapa jam.

Jalan nasional Trenggalek-Ponorogo kilometer 16 itu dilaporkan sempat ditutup selama beberapa jam.

Sebuah alat berat jenis dozer dikerahkan untuk menyingkirkan material longsor yang menutup sebagian badan jalan, namun karena tebing di atasnya masih labil akses jalan tidak bisa segera dibuka.

"Longsor terjadi dua kali mulai pukul 11.00 WIB dan kedua sekitar pukul 14.00 WIB sehingga akses jalan raya ditutup total hingga pukul 15.30 WIB," kata Iptu Supadi, perwira Polres Trenggalek dikonfirmasi di lokasi kejadian, Senin (10/10/2016).

Setelah sebagian batu yang menutup jalan berhasil disingkirkan, petugas kemudian memberlakukan sistem buka-tutup bergantian dengan proses normalisasi jalan.

"Evakuasi berlangsung cukup lama karena hanya ada satu alat berat yang dioperasikan. Harusnya dua, satu ditambah eksavator untuk mempermudah pengerukan," kata Hadi, warga sekitar.

Kabag Humas Pemkab Trenggalek Yuli Priyanto mengatakan, longsor di jalur Trenggalek-Ponorogo sudah tiga kali terjadi dalam sepekan terakhir.

Menurut dia, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan kondisi tebing di jalur antarkota tersebut labil dan memicu beberapa kali longsor yang berdampak kemacetan.

"Tapi hari ini tadi sudah langsung ditangani oleh BPBD (badan penanggulangan bencana daerah) dengan mengirimkan alat berat ke sana," ujarnya.

Sebelumnya, longsor di area tebing yang sama terjadi pada Senin (3/10/2016) dan Jumat (7/10/2016), dengan jarak titik longsor hanya terpaut sekitar 50 meter.

Pada peristiwa longsor kedua, guguran material batu dan tanah tebing cukup parah sehingga proses normalisasi membutuhkan waktu cukup lama.

"Kami mengimbau pada warga dan pengguna jalan untuk berhati-hati saat melintas di jalur perbatasan Trenggalek-Ponorogo tersebut, terutama saat turun hujan karena potensi longsor masih bisa terjadi selama penghujan ini," kata Yuli.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini