Kanal

Mengintip Kehidupan Suku Boti: Pencuri Malah Dimodali Raja agar Tak Mencuri Lagi

Suku pedalaman di Boti, Nusa Tenggara Timur - TRIBUNNEWS.COM / YULIS

Dasar sungai yang terlihat hanya batu ukuran kecil hingga besar. Hampir semuanya berwarna putih. "Makanya disebut sungai putih," ujar Ansel, warga Boti yang mengantar Tribunnews.

Kepala Sekolah SD GMIT di Boti, Mikel Selan yang berada di paling tinggi mengatakan, jika air sungai Putih sedang tinggi, maka kawasan Boti menjadi terisolasi.

"Saya tinggal di Boti. Sebelumnya saya mengajar di SDN Nuntio. Setiap hari harus menyeberang sungai Putih. Tapi kalau sedang air tinggi, kita tidak bisa pergi. Terpaksa menunggu sungai surut baru bisa pergi," jelas Mikel


Sungai Putih, sungai yang membelah wilayah Boti tanpa jembatan. Kondisi sungai kering di musim kemarau. Sungai dilintasi kendaraan sepeda motor untuk menuju Boti

Setelah menyusuri Sungai Putih sejauh 500 meter, kendaran sepeda motor terus naik ke perbukitan mengarah SD GMIT Boti.

Jalanan semakin sepi dan mengecil. Lebar jalan hanya sekitar 2 meter, itu pun berupa tanah dan selebihnya membelah hutan.

Terkadang terlihat lagi rumah warga yang sebagian masih berupa rumah Bulat atau rumah adat asli Timor yang berbahan kayu dan tertutup rapat ilalang dari atas hingga bawah.

Dari Sungai Putih menuju SD GMIT Boti yang berada di kawasan paling tinggi, dibutuhkan waktu sekitar 20 menit.

Terkadang penumpang sepeda motor harus turun lantaran jalanan menanjak tajam serta kondisinya hancur serta sempit.


Halaman Rumah Raja Boti yang ditanami tanaman dan bunga

Rumah Raja

Tribunnews bersama rombongan 1000 Guru dan KFC berkesempatan berkunjung ke Rumah Raja Boti. Rumah Raja Boti jika dari Oeleu Utara, belum sampai ke Sungai Putih. Sehingga tidak perlu menyeberang sungai.

Halaman
1234
Penulis: Yulis Sulistyawan

Berita Populer