News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Budidaya Udang Vename Lebih Ekonomis, Cepat Tumbuh dan Kebal Virus

Editor: Y Gustaman
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pedagang menjual udang vename di Pasar Sore, Jalan Jenderal Suprapto, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu. TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Muhammad Arfan

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR – Hasil budidaya udang vename oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Utara di tambak tradisional di Sebatik, Nunukan, cukup menggembirakan hasilnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltara, Amir Bakry, menjelaskan ada kemajuan signifikan dalam budidaya udang bekaki putih tersebut dan bisa digenjot.

Uji coba di dalam satu hektare tambak tradisional bisa menghasilkan 4,9 ton udang vename. Sementrara budidaya secara insentif dengan pakan bisa menghasilkan sebanyak 9,8 ton per hektare.

Dari dua data ini, DKP Kaltara menemukan fakta pertumbuhan udang vename tanpa diberi pakan lebih berkualitas, tumbuh lebih cepat, dan risiko terkena penyakit sangat kecil.

Bibit yang mampu bertahan hidup bisa mencapai 90 persen. Dibandingkan dengan udang windu, dari angka produksi yang relatif tidak menentu ditambah kerentanan terkena penyakit.

“Kalau udang windu sangat rentan penyakit dan virus yang bisa menyebabkan kematian. Umur 1,5 bulan saja bisa banyak yang mati. Dibanding udang vename, umur 110 hari sudah size 30, artinya cukup besar,” ujar Amir kepada Tribun Kaltim, Selasa (15/11/2016).

Berkaca dari pengalaman uji coba ini rencananya Kalatra akan mengintensifkan budidaya udang vaname. Petambak akan diuntungkan dengan biaya produksi yang terbilang cukup rendah.

“Kita akan mulai sosialisasikan temuan ini ke petambak-petambak. Udang windu memang cukup mahal di pasaran dunia. Tetapi udang vaname banyak peminatnya. Udang windu lebih sulit dalam proses budidayanya,” tutur dia.

Dengan luasan tambak di Kaltara mencapai 149.958 hektare, tidak mustahil produksi udang vename bisa digenjot. Intensifikasi budidaya udang vename akan didukung dengan ketersediaan induk dan benih.

"Kita akan sasar pasar ekspor. Meski harganya masih di bawah udang windu, tetapi saya kira ini sangat potensial sekali untuk menggerakkan ekonomi masyarakat juga,” sebut dia.

Merujuk data DKP Kaltara, produksi udang windu mencapai presentasi 81 persen, udang api-api 16 persen, dan udang vename 1 persen. Sisanya 2 persen adalah produksi kepiting.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini