News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Masyarakat Pinggir Rel Ancam Tidur di Balai Kota Medan

Penulis: Array Anarcho
Editor: Y Gustaman
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Warga pinggiran rel menghadang eskavator saat melakukan eksekusi penertiban bangunan di kawasan Jalan Glugur, Medan, Sumatera Utara, Rabu (23/11/2016). Kegiatan tersebut terkait rencana pembangunan jalur rel ganda kereta api dari stasiun besar Medan menuju Belawan. TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Warga Glugur, Medan Barat, yang bermukim di pinggir rel berencana tidur dan menginap di Balai Kota Medan jika pemerintah tak memberikan solusi.

Mereka menuntut Wali Kota Medan T Dzulmi Eldin memberikan solusi terkait penertiban yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia terhadap rumah warga di bantaran rel. Masyarakat mengancam menginap berhari-hari hingga tuntutannya terpenuhi.

"Kalau sudah rumah dihancurkan, enggak ada tempat tinggal, ya kami menginap saja di balai kota. Mau buat apalagi," kata Ketua Forum Komunitas Masyarakat Pinggir Rel (FK-MPR), J Naibaho, di depan Balai Kota Medan, Kamis (24/11/2016).

Ia mengatakan sampai saat ini sudah ada puluhan rumah yang diratakan. Mereka bingung mau pindah, karena tak memiliki uang untuk menyewa rumah.

"Uang tali asih itu enggak kami terima. Sampai manalah uang itu. Jangan apa-apa, pakai uang saja," sambung Naibaho.

Ia berharap Pemkot Medan bisa memberikan solusi terhadap penertiban ini. Sebab, satu-satunya harta yang mereka miliki hanyalah rumah yang ada di bantaran rel.

"Mau bagaimana lagi kami bilang. Mungkin inilah hukum di Indonesia. Berpihak kepada yang punya uang," Naibaho menambahkan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini