News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Natal 2016

Jelang Natal Stok Telur dan Daging di Kabupaten Sintang Masih Aman

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Y Gustaman
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Muhlisin menyusun telur ayam di toko agen telur Mak Long di Pasar Sayur Tugu BI, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Jumat (9/12/2016). Jelang Hari Raya Natal harga telur naik di Sintang. TRIBUN PONTIANAK/TITO RAMADHANI

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sintang memastikan stok telur ayam dan berbagai jenis daging aman jelang Natal dan Tahun Baru.

"Kebutuhan daging sapi untuk Desember ini diperkirakan 240 ekor, 50 persennya masih mampu kita cukupi dari daerah, sisanya dari luar daerah," ungkap Kepala Bidang Peternakan, Wiryono, Jumat (9/12/2016).

Kebutuhan daging ayam potong yang sehari-hari nomalnya mencapai 4,5 ribu ekor, namun jelang Hari Raya Natal mengalami kenaikan meski tak signifikan.

"Sebanyak 70 persen kebutuhan ayam potong dapat dipenuhi dari daerah, sisanya dari luar daerah. Kalau daging babi aman, semua bisa di penuhi dari daerah," jelas dia.

Baca: Jelang Natal Pedagang di Sintang Siapkan 50 Ribu Telur Ayam

Baca: Banyak Terkena Penyakit Penyebab Harga Ayam Naik di Sintang

Baca: Harga Ayam di Sintang Naik Jelang Perayaan Natal


Dodi (35), satu di antara penjual ayam potong mengeluhkan kenaikan harga ayam di Pasar Junjung Buih, Jumat (9/12/2016). Normalnya harga ayam potong dijualnya Rp 35 ribu perkilogram, kini ia terpaksa menjual seharga Rp 45 ribu perkilogram. TRIBUN PONTIANAK/TITO RAMADHANI

Menurut Wiryono, konsumsi telur ayam di Sintang per harinya sekitar 20 ton dan pada perayaan Natal nanti diperkirakan naik mencapai 25 ton hingga 30 ton.

"Sintang baru mampu memproduksi telur sebanyak 2 kuintal saja per hari untuk memenuhi kebutuhan tiap hari dan Hari Raya Natal nanti hampir 100 persen telur didatangkan dari Singkawang," terang Wiryono.

Ditambahkannya, permintaan telur dan daging untuk Natal dan Tahun Baru 2017 tidak mengalami lonjakan yang signifikan.

"Kondisi ini berbeda jika pada saat lebaran. Permintaan meroket saat lebaran," sambung dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini