News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Berikut Pemicu Harga Cabai Rawit Meroket di Pasaran

Editor: Y Gustaman
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pedagang merapikan cabai rawit merah di Pasar Rumput, Jakarta, Selasa (11/10/2016). Hujan deras di wilayah DKI Jakarta dan menurunnya pasokan cabai ke pasar tersebut memicu melonjaknya harga cabai dari Rp20 ribu per kilogram menjadi Rp40 ribu per kilogramnya. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Harga cabai rawit di Jawa Barat mencapai Rp 95 ribu hingga Rp 100 ribu per kilogram dipicu berkurangnya stok serta kondisi cuaca. 

"Harga cabai khususnya rawit naik karena cuaca yang tidak menentu. Sering hujan, tapi kadang beberapa hari panas. Ini mempengaruhi hasil panen, karena cuaca juga hasil panen menurun," kata Supriyanto, pemasok cabai dari Jawa Tengah melalui sambungan telepon, Jumat (6/1/2017).

Pelaksana Tugas Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Siti Astiyah, mengatakan kenaikan harga cabai kembali mengalami inflasi.

Hal ini dampak kegagalan panen di beberapa wilayah penghasil cabai di Jawa Barat karena curah hujan yang tinggi.

Senada dengan hal tersebut, kegagalan panen juga terjadi di sentra cabai rawit di Sumatera Utara yang disebabkan oleh serangan virus. 

Sejumlah faktor di atas mendorong kelangkaan stok cabai rawit khususnya di saat permintaan cukup tinggi untuk kebutuhan Natal dan tahun baru.

"Selain itu La Nina, meski tergolong rendah ternyata memberikan dampak lebih besar daripada El Nino di 2015. Karena curah hujan tinggi berdampak pada kegagalan panen beberapa komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang merah," ia menambahkan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini