News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Gerombolan Preman Beli Narkoba Hasil Memeras Mahasiswa

Penulis: Array Anarcho
Editor: Y Gustaman
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bima, satu dari dua tersangka pemerasan terhadap mahasiswa akhirnya diringkus Polsekta Sunggal, Kota Medan, Selasa (28/2/2017). DOKUMENTASI HUMAS POLSEKTA SUNGGAL

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Dua dari tiga gerombolan preman di Jalan Pinang Baris, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, terang-terangan memeras mahasiswa perantauan yang hendak pulang ke kampungnya di Tanjung Pura, Langkat.

Akibat perbuatannya kedua preman Gunawan Satria alias Keling (27) dan Bima Maulana (23) terpaksa mendekam di sel sementara Polsekta Sunggal usai ditangkap pada Senin (27/2/2017) malam.

"Kedua pelaku ini hampir satu minggu kami buron. Keduanya memeras mahasiswa bernama Fein Ory Lenin (20) saat korbannya tengah menunggu angkutan di seputaran Jalan Pinang Baris sepekan lalu," kata Kapolsekta Sunggal, Kompol Daniel Marunduri, Selasa (28/2/2017).

Daniel mengatakan, ketika diperas korban sempat memberikan uang Rp 20 ribu. Kedua pelaku tidak terima sehingga korban kembali memberi mereka Rp 100 ribu.

"Meski sudah dikasih Rp 100 ribu, kedua pelaku ini minta tambah. Lalu, pelaku merampas dompet korban yang berisikan uang Rp1.000.000," kata Daniel.

Pascakejadian, korban kemudian membuat laporan ke Polsekta Sunggal. Polisi turun ke lokasi untuk menangkap kedua tersangka.

"Setelah kejadian, kedua pelaku menghilang selama satu minggu. Kemarin, keduanya berhasil kami tangkap saat tengah nongkrong di tempat yang sama," ia menambahkan.

Dalam kasus ini, ada seorang lainnya yang buron. Ia adalah E, rekan dari kedua tersangka.

"Kedua pelaku melakukan aksinya untuk mencari uang buat senang-senang. Sebagian digunakan untuk membeli narkoba," beber Daniel.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini