News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Korban Gempa Lima Bulan Lalu Masih Tinggal di Tenda

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENGUNGSI korban gempa bertahan di posko sementara, Masjid Al-Istiqamah, Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya

TRIBUNNEWS.COM, ACEH - Hingga lima bulan sejak bencana alam gempa di Pidie Jaya (Pijay), M Nur Yahya (59) asal Gampong Panton Raya, Kecamatan Trienggadeng yang terdampak bencana hingga kini masih menghuni tenda darurat karena rumahnya hancur akibat gempa pada 7 Desember 2016 lalu.

“Setengah rumah saya rubuh dan setengah lagi retak-retak. Sudah lima bulan saya dan lima anggota keluarga tinggal di bawah tenda dari terpal jemuran padi, karena kami tidak masuk dalam daftar penerima Huntara,” kata M Nur Yahya kepada Serambi, Senin (8/5).

Menurut ayah empat anak ini, ia sudah beberapa kali melapor ke keuchik gampong setempat, Saifullah, terkait data kerusakan rumahnya.

Namun sampai kini belum ada kejelasan apakah namanya masuk dalam daftar penerima bantuan rumah dari pemerintah, atau tidak.

Kepala BPBD Pijay, M Nasir MPd, Senin (8/5) mengatakan, timnya akan melakukan pendataan ulang korban gempa pada pertengahan Juni ini, untuk memvalidasi data sebelumnya yang diakui banyak terjadi kesalahan.

“Korban yang luput dari pendataan, akan menjadi target penyisiran tim validasi dan diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan yang sama seperti korban lain. Termasuk M Nur Yahya asal Gampong Panton Raya, Kecamatan Trienggadeng,” janjinya. (c43)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini