News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Warga Tahan Truk Proyek Jalan Tol di Kabupaten Pekalongan

Penulis: Muh Radlis
Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi -- Warga dari desa Ngringging, Sragen, Jawa Tengah, melakukan unjuk rasa menutup proyek pembangunan tol Solo-Kertosono menyusul adanya aksi protes dari warga di sejumlah lokasi lain.

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Radlis

TRIBUNNEWS.COM, PEKALONGAN - Delapan truk proyek jalan tol di Kabupaten Pekalongan dihentikan oleh warga di Japan Raua Bojong, Desa Duwet, Kecamatan Bojong, Minggu (14/5/2017).

Aksi itu dilakukan warga lantaran proses mediasi yang coba dilakukan oleh warga dengan PT SMJ, PT LMA dan PT Dirgantara di tidak menemui titik terang.

Warga yang menuntut perbaikan jalan dan kompensasi tidak puas lantaran tiga PT yang mengerjakan proyek pembangunan tol itu tidak hadir.

Kapolsek Bojong, AKP I Wayan Suandi, mengatakan, beberapa tuntutan warga telah direalisasikan oleh pihak pelaksana proyek jalan tol seperti pembentukan posko reaksi cepat penanggulangan kecelakaan, pembersihan jalan setiap hari dan truk pengangkut material tanah tidak boleh ngebut.

"Truk pengangkut material juga maksimal beriringan dua truk, ban harus dalam kondisi bersih serta muatan tidak boleh berlebih dan ditutup terpal," kata I Wayan.

Dari semua tuntutan warga, I Wayan mengatakan, satu tuntutan yang belum direalisasikan adalah kompensasi terkait kerusakan jalan dan debu serta lumpur yang mengotori jalan desa.

"Kami minta agar truk bisa berjalan lagi seperti biasa," katanya.

Kasat Intel Polres Pekalongan, AKP GN Simatupan, mengatakan, pihaknya akan mengatur kembali pertemuan antara warga dan pelaksana proyek jalan tol.

Rencananya, mediasi tersebut akan dilakukan di Polres Pekalongan pada 17 Mei 2017.

Hal itu dilakukan lantaran hingga saat ini belum ada titik temu antara warga dan pelaksana proyek jalan tol.

"Nanti akan dilaksanakan pertemuan ulang, belum ada titik temu antara pelaksana proyek dan warga terkait kompensasi," kata GN Simatupang.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini