News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penangkapan Terduga Teroris

2 Terduga Teroris Tertangkap di Solo Raya, Densus 88 Geledah Sebuah Ruko untuk Laundry

Editor: Y Gustaman
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sebanyak 3 terduga teroris dibekuk Tim Densus 88 Antiteror di dua tempat di Lamongan, Jawa Timur. Sebelum diterbangkan ke Jakarta, ketiga terduga teroris ini dibawa ke Mapolda Jatim untuk penyelidikan.

Laporan Wartawan Tribun Solo, Junianto Setyadi

TRIBUNNEWS.COM, SUKOHARJO – Personel Densus 88 Anti-Teror menangkap dua terduga teroris di Solo Raya, yaitu di Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Karanganyar, Senin (29/5/2017).

Seorang terduga teroris, menurut sumber TribunSolo.com, dibekuk di jalan kampung di  Desa Bugel, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Senin dini hari.

Orang yang ditangkap itu berinisial Wah (30), warga Dukuh Sono, Bugel, Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah.

“Saat penindakan atau penangkapan terhadap Wah  tidak diketahui oleh masyarakat sekitar sehingga tidak menimbulkan kehebohan,” kata sumber TribunSolo.com.

Adapun Wah diduga ada kaitan dengan  kelompok Nur Sholikhin                       

Sumber lain menyebutkan, sehari-hari Wah bekerja di daerah Cemani, Grogol, Sukojarjo. Polisi kemudian menggeledah tempat kerja Wah, sebuah ruko untuk binatu.

Hal itu tampak dari posting di grup Facebook Info Cegatan Solo pada Kamis.

Hanya, sampai berita ini ditulis, belum diketahui apa tepatnya pekerjaan Wah sehari-hari di sana.

Konfirmasi juga belum diperoleh dari Kapolres Sukoharjo, AKBP Ruminio Ardano. Ia tak mengangkat ponsel  saat  dihubungi berkali-kali oleh TribunSolo.com.

Informasi lain, seorang terduga teroris lainnya ditangkap di wilayah Kabupaten Karanganyar.

Pria itu berinisial berinsial T, asal Dukuh Watusambang, Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar.

Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, saat dimintai konfirmasi wartawan membenarkan adanya penangkapan itu namun tak berkomentar banyak dengan alasan pihaknya hanya mendukung Densus 88 Anti-Teror.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini