Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNNEWS.COM, GUNUNGKIDUL - Kakak kandung RS, terduga teroris yang ditangkap oleh tim Densus 88 di Padukuhan Madusari, Desa Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (6/6/2017), Eko Budihariyanto, mengatakan, tidak ada keanehan dari pribadi RS.
Ia mengatakan, RS memang merupakan warga asli Padukuhan Jeruk, Desa Kepek, Wonosari, Gunungkidul, namun telah tinggal di Tegal, Jawa Tengah selama sembilan tahun lamanya dan berprofesi sebagai pengajar di salah satu tempat kursus musik di Tegal.
"RS lama tinggal di Tegal, di sana dia menikah dengan istrinya dan menetap di sana. Dari pernikahan mereka dikaruniai tiga orang anak," ujar Eko.
Eko bercerita, tidak ada hal-hal yang aneh yang ditemui oleh pihak keluarga, hal ini karena RS sudah lama tinggal berpisah dari orangtua dan saudaranya.
Baru tiga hari yang lalu, RS beserta istri dan ketiga anaknya pulang ke rumah orangtuanya di Gunungkidul.
"Tidak ada kecurigaan, tidak ada hal yang aneh-aneh. Komunikasi dengan keluarga pun baik. Saya pun terkejut ketika RS dibawa oleh polisi," ujarnya.
Eko pun berharap segera ada kejelasan akan status dan keberadaan dari adiknya. Selama ini dia menganggap RS sebagai anak yang baik dan tidak berperilaku melanggar hukum.
"Kami mohon kejelasan dari pihak kepolisian bagaimana status dan keberadaan adik saya," ujarnya. (rfk)
Baca tanpa iklan