Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy
TRIBUNNEWS.COM, CIAWI - Warga Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, tengah memburu garam karena belakangan mulai langka di pasar dan warung-warung.
"Susah dari kamarin. Di warung-warung enggak ada, katanya dari grosirnya enggak ada. Akhirnya dapat tapi harga seribuan tuh jadi kecil, enggak seperti biasanya," kata pemilik warung nasi, Khotimah (50) kepada TribunnewsBogor.com, Senin (24/7/2017).
Dari sejumlah pedagang sembako di Pasar Ciawi hanya ada beberapa lapak yang menjual garam. Harga dan kuantitas yang dijual jauh dari normal.
Odih (40), pedagang di Pasar Ciawi Bogor, mengaku menjual garam yang biasanya Rp 1.500 per kantong menjadi Rp 2.500 per kantongnya.
Sedangkan garam gandu ia jual Rp 12 ribu per kantong, padahal sebelum langka hanya dijual Rp 9 ribu per kantongnya.
"Karena langka, susah ya. Harga dari sananya juga naik," ujar Odih.
Pedagang lain, Jajang (31), mengaku susah mendapat stok garam sejak habis Lebaran Idul Fitri. "Lautnya lagi surut mungkin," canda dia sembari tertawa.