TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Sejumlah konter selular di Klaten mulai kerepotan sejak adanya kebijakan registrasi bagi pemilik nomor telepon selular. Pasalnya setiap nomor baru harus diregistrasi ke Kemenkominfo.
Seperti yang dialami Eva Rosita (22), penjaga konter selular di Alun-alun Klaten.
Terhitung sejak 31 Oktober lalu, ia mulai kebanjiran warga yang membeli nomor selular baru.
Lantaran sebagian besar minta diregistrasikan, mau tidak mau ia yang mendaftarkan nomor tersebut.
Baca: Dedi Mulyadi Masih Bisa Memilih, Tetap di Golkar atau Pindah Partai Lain
"Kebanyakan beli nomor untuk paket data, jadi untuk sekali pakai. Karena biasanya hanya tinggal pakai, banyak pembeli minta didaftarkan," ungkapnya, Jumat (3/11/2017).
Menurutnya tidak semua registrasi berhasil dilakukan.
Hal ini lantaran server di masing-masing operator sibuk melayani proses registrasi tersebut.
"Operator Tri dan Axis yang paling sering bermasalah, penggunanya juga banyak," katanya.
Dengan kebijakan tersebut, Eva mengatakan pengelola konter selular harus lebih berhati-hati lantaran yang digunakan untuk registrasi adalah Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor KK.
Baca: Uang Rp 323 Juta Tak Kembali, Harapan Menjadi PNS pun Sirna
Dengan kebijakan tersebut, registrasi tidak bisa secara asal dilakukan.
"Kalau dulu pakai identitas siapapun tidak masalah, tapi sekarang tidak bisa. Harus pemilik nomor selularnya, karena nomornya jadi tanggung jawabnya," ujarnya.
Pantauan Tribun Jogja, sejumlah konter selular memasang pengumuman bagi pembeli harus menunjukkan NIK dan nomor KK saat pembelian nomor selular baru.