News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Program Sejuta Rumah Alami Hambatan di Kalimantan Barat

Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi rumah

TRIBUNNEWS.COM - Program 'Sejuta Rumah' yang dicanangkan oleh pemerintah pusat mendapat kendala di Kalimantan Barat.

Pihak pengembang yang dipercaya membangun rumah bersubsidi itu mengaku mengalami intimidasi oleh pihak-pihak tertentu.

Badarudin Alfaruq, dari pihak Perumahan Istana Griya I, Kubu Raya, Kalimantan Barat mengatakan, pembangunan perumahan bersubsidi sebanyak 3.000 unit yang dibangun di Kumpai Kecil, Desa Kuala Dua, kecamatan Sungai Raya kabupaten Kubu Raya provinsi Kalimantan Barat, mengalami hambatan.

Adapun hambatan yang dimaksudnya adalah, adanya tindakan intimidasi yang dilakukan oleh oknum aparat setempat.

"Padahal, pembangunan rumah yang merupakan bagian dari program 'Sejuta Rumah' ini sudah ada izinnya, tapi masih saja diganggu," ucap Badarudin dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Jumat (3/11/2017).

Berbagai gangguan dan intimidasi lainnya juga dilakukan, yaitu dengan mendirikan pos di tiga titik, dan memasang spanduk atau tulisan-tulisan bernada provokasi dan menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Kami berharap Mabes Polri mengirim tim untuk mengecek hal ini sekaligus menindak tegas anggotanya yang terlibat dalam permasalahan ini," harap Badarudin.

Sebelumnya, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis Hidayat mengatakan, pihaknya telah berhasil merampungkan sedikitnya 2,2 juta unit rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Menurutnya, capaian tersebut sudah mencapai 74 persen dari target ideal yang ditetapkan pemerintah.
Dirincinya, pada tahun 2015 lalu, pemerintah telah membangun 700.000 ribu unit, dan di tahun 2016 membangun 800.000 ribu.

"Akhir tahun ini ditargetkan akan rampung 700.000 unit lagi," kata Danis Hidayat.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini