News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Warga Dayeuhkolot Tak Ingin Peristiwa Makam Tergenang Banjir Terjadi Lagi

Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Banjir yang datang pada Selasa (7/11/2017) malam merendam ribuan rumah di Kabupaten Bandung. Satu di antaranya di Kp. Bojongasih, Desa/Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Pada Rabu (8/11/2017) di Bojongasih genangan air rata-rata 20 cm-80 cm. TRIBUN JABAR/YUDHA MAULANA

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yudha Maulana

TRIBUNNEWS.COM, DAYEUHKOLOT - Warga Desa/Kecamatan Dayeuhkolot meminta agar pemerintah menyediakan lahan kuburan yang bebas banjir.

Pasalnya, warga resah, ketika Sungai Citarum meluap, genangan airnya kerap merendam kawasan pemakaman umum yang berada di bantaran sungai.

Dedi (58), warga Kp Bojongasih RT 03/14, mengatakan pernah suatu ketika jenazah yang baru dikebumikan muncul kembali ke permukaan, lantaran tanah pemakamannya tergerus oleh aliran air sungai.

Baca: Istri Pertama Ditangkap Polisi, Akankah Wakil Ketua DPRD Bali Komang Swastika Menyerahkan Diri?

"Biarlah penduduk, hanya kami inginkan tanah pemakaman, biar yang meninggal bisa dikebumikan secara layak dan tak kebanjiran," ujar Dedi ketika ditemui di rumahnya.

Nana (58), tetangga Dedi, merasa sangat penting untuk memuliakan jenazah dan menyemayamkannya secara layak.

"Masa jenazahnya dimasukkan ke plastik dan dibuang ke Citarum, ini sudah tugas pemerintah juga untuk menyediakan lahan kuburan," kata Nana.

Baca: Pamit Pergi ke Sekolah, Siswi SMK Ternyata Berduaan Pacar di Kamar Hotel

Lokasi pemakaman juga terdapat di Kampung Citereup, luapan Citarum juga merendam ratusan pemakaman di sana.

Hariman (34), mengatakan banjir juga kerap membawa sampah.

"Setelah banjir, banyak endapan lumpur dan sampah, biasanya dibersihkan oleh keluarga dan warga," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini