TRIBUNNEWS.COM, BALI – Gunung Agung di hari pertama tahun 2018 ini kembali mengeluarkan asap solfatara, Senin (1/1/2018).
Menurut informasi terakhir dari PVMBG, periode pukul 00.00 hingga 06.00 Wita tampak adanya asap kawah bertekanan sedang berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 1000 meter di atas puncak kawah.
Pada malam hari pun masih tampak terlihat sinar api.
Berikut laporan Kegempaannya:
■ Hembusan
(Jumlah : 8, Amplitudo : 5-25 mm, Durasi : 26-134 detik)
Baca: Menanti Sikap Jusuf Kalla Andai Jokowi Maju Pilpres 2019
■ Vulkanik Dalam
(Jumlah : 1, Amplitudo : 4 mm, S-P : 1 detik, Durasi : 6 detik)
■ Tektonik Jauh
(Jumlah : 3, Amplitudo : 5-21 mm, S-P : 15-53 detik, Durasi : 46-180 detik)
Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 1-2 mm (dominan 1 mm).
Hingga kini, masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 8 km dari kawah Gunung Agung.
Baca: Angin Puting Beliung di Pemalang Memporak-porandakan Puluhan Rumah, 14 Warga Terluka
Ditambah pula perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut dan Tenggara-Selatan-Baratdaya sejauh 10 km dari kawah Gunung Agung.
Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yg paling aktual/terbaru.
Status Level IV (Awas) hanya berlaku pada radius 8-10 km seperti tersebut di atas, di luar area tersebut aktivitas dapat berjalan Normal dan masih tetap Aman.
Baca tanpa iklan