News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pesan Taksi Online Penumpang Harus Jalan 2 KM dari Bandara

Editor: Nurmulia Rekso Purnomo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUN-VIDEO.COM, SOLO - Penumpang dari Bandara Adi Soemarmo Solo, Jawa Tengah tidak bisa sembarangan memesan taksi dalam jaringan (daring) atau online.

Pasalnya, ada peraturan yang mengikat angkutan umum untuk dapat mengakses keluar masuk bandara kebanggaan warga Solo dan sekitarnya itu.

Baca: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Membengkak dari 5,5 Miliar Dolar Jadi 6,071 Miliar Dolar

Penegasan tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Koperasi (Kapuskopau) Lanud Adi Soemarmo, Kapten Lek Nurohman, Selasa (20/2/2018) siang.

Ia juga mengklarifikasi kabar yang beredar bahwa terdapat tindakan intimidasi oleh anggotanya kepada penumpang yang memesan taksi online di area bandara.

Dirinya mempertegas, jarak terdekat taksi online dapat mengambil penumpang di bandara adalah dua kilometer dari bandara.

Kurang dari itu, denda akan diberlakukan kepada driver taksi online sebesar Rp 300 ribu.

"Harusnya 5 kilometer, tapi untuk taksi online 2 kilometer tidak apa-apa."

"Lalu taksi online bisa drop off (menurunkan) penumpang ke bandara, tapi kalau mengambil penumpang dari bandara tidak bisa," jelas Nurohman.

Konkretnya, dia menguraikan, batas taksi online dapat mengambil penumpang secara aman adalah di jembatan lampu merah selatan Bandara Adi Soemarmo.

"Di jembatan tersebut, penumpang bisa naik taksi online, sebetulnya juga kurang dari dua kilometer juga," paparnya.

Jadi, menurut aturan itu, penumpang pun harus berjalan sekitar satu kilometer dahulu ke jembatan jika ingin naik taksi online.

Baca: Lahar Dingin Sinabung Sabu Sejumlah Lokasi di Tiganderket

Adapun Nurohman menyebut, aturan tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) soal larangan taksi online.

Dia mempertegas tidak sembarang angkutan umum terutama taksi online dapat menjemput penumpang dari Bandara Adi Soemarmo.

Tak hanya itu, pihaknya mengingatkan bahwa area Bandara Adi Soemarmo adalah milik militer yang disewa oleh sipil.

Untuk itu, masalah keamanan menjadi wewenang TNI AU berupa kerjasama membentuk bisnis taksi dengan PT Angkasa Pura. (*)

TONTON JUGA:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini