Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Ajis (34), ayah dari bayi kembar siam asal Subang, Muhammad Nur Hidayah dan Muhammad Nur Syafaat, menyerahkan sepenuhnya penanganan bayinya kepada pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Bayi dari pasangan Ajis dan Dini Pertiwi (34) asal Perumahan Surya Cigadung blok L nomor 20, Subang ini, saat ini masih berada di ruang anturium RSHS.
"Masalah penanganan, yang terbaik bagi dokter, itu juga terbaik untuk saya. Sekalipun tidak ada izin, saya pasti izinkan," kata Ajis saat konferensi pers yang diadakan RSHS, di Jalan Pasteur, RSHS, Bandung, Jumat (27/4/2018).
Dia mengatakan hal itu saat duduk di hadapan wartawan yang hadir, sembari menatap tim dokter yang menangani bayinya.
Ajis juga mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak RSHS dan pada wartawan.
"Saya mengucapkan banyak terima kasih ke pihak rumah sakit. Terima kasih juga kepada wartawan. Berkat wartawan, urusan saya jadi lebih mudah," katanya sembari menatap lagi tim dokter, lalu menatap beberapa wartawan.
Ketua Tim Penanganan Bayi Kembar Siam dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Prof Dr H Sjarif Hidajat E dr Sp A(K), mengatakan, pihaknya akan menunggu 3-4 bulan lagi untuk melakukan prosedur medis pada bayi kembar siam itu.
Baca: Mengetahui Anaknya Kembar Siam, Azis Tidak akan Malu untuk Membesarkan
Hal itu dilakukan agar bayi kembar siam conjoined twin omphalopagus yaitu dempet pada kedua tubuh di bagian bawah dada itu berada dalam kondisi optimal dan ideal.
Selama 3-4 bulan itu pula, bayi kembar siam kelahiran 12 April 2018 itu akan menjalani berobat berjalan dengan petunjuk dan arahan dari tim dokter RSHS.
Ajis, mengatakan, dia akan mempersiapkan mental sekuat mungkin agar tahapan berobat jalan bayinya bisa terlaksana dengan baik.
Selain mental, dia juga akan membuat rumahnya menjadi senyaman mungkin bagi bayi yang merupakan anak ketiga dan keempatnya itu.
"Yang pertama tentu saya lakukan persiapan mental dulu. Lalu, kami juga akan bersih-bersih rumah," ujarnya.
Setelah 3-4 bulan itu, Ajis mengaku, tak mempermasalahkan apakah bayinya akan mendapatkan prosedur pemisahan atau tidak.
"Kalau saya mau dipisahkan ataupun enggak. Yang penting jalan terbaik buat saya," kata pria yang bekerja di perusahaan jasa pengiriman barang di sekitar Jalan Soekarno-Hatta, Bandung ini.
Di ruang anturium, bayi kembar siam itu terlihat begerak-gerak layaknya bayi pada umumnya.
Mata kedua bayi itu tertutup rapat, namun tangannya bergerak-gerak dan mulutnya beberapa kali terbuka.
Bayi itu masih berada dalam inkubator.
Mengenakan masker, kedua orangtua bayi itu melihat keadaan bayinya yang masih dirawat.
Keduanya ditemani oleh tim dokter RSHS, termasuk Sjarif Hidajat.
Baca tanpa iklan