TRIBUNNEWS.COM -- Fathurrahman, pekerja di Kota Balikpapan akan mudik Lebaran ke Jember, Jawa Timur menggunakan pesawat terbang Balikpapan‑Surabaya.
Kepada Tribun Kaltim mengaku memesan tiket pesawat kena harga mahal. Dia memesan tiket sekitar seminggu lalu.
"Seminggu yang lalu baru bisa beli tiket. Kena harga Rp 1,57 juta, hanya untuk pergi saja, terbang ke Surabaya," tuturnya pada Senin (4/6/2018).
Dia menyadari, harga tiket yang diperolehnya itu bisa dibilang mahal, naik dua kali lipat dibanding pada hari biasa yang hanya Rp 600 ribu, atau paling mahalnya Rp 800 ribu.
"Kena harga mahal. Habis mau bagimana lagi, sudah bertekat mau mudik, terpaksa bayar tiket mahal tidak masalah, terima saja, hanya setahun sekali," kata Fathur.
Alasan membeli tiket tidak di jauh hari karena pada saat itu Fathur merasa masih bimbang antara mudik atau tidak. Namun mendekati hari Lebaran niatnya mudik semakin menggelora tidak tertahankan.
"Tiba‑tiba kangen sama saudara sama orangtua di kampung halaman, langsung saja pesan tiket. Alhamdulillah kebetulan lagi punya uang," ungkapnya.
Fatur membeli tiket pesawat hanya untuk berangkatnya saja ke Surabaya. Untuk balik dirinya belum memesan. Kemungkinan pulang balik ke tanah rantau, Fathur akan menunggu momen turun harga.
"Mau pesan sekalian tiket pulang masih mahal. Ini masih mau tunggu harga murah. Kalau ada yang murah baru beli tiket pulang," ujarnya.
Pihak PT Angkasa Pura I Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan tidak akan bisa menjamin penumpang bisa terbang tepat waktu. Meski pun diharapkan, jadwal penerbangan aman tidak ada delay.
GM PT Angkasa Puta I Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Handy Heryudhitiawan, menjelaskan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak ketika ada bencana alam, misalnya gunung meletus.
"Kita lihat kan sekarang Gunung Merapi lagi aktif‑aktifnya. Ini yang kita khawatirkan akan mempengaruhi penerbangan domestik kita, khususnya penerbangan rute Yogya, Semarang dan Solo, " katanya.
Dia menyadari, kendala bencana alam akan mempengaruhi penerbangan. Setiap maskapai perbangan tidak bisa berbuat banyak saat ada kendala halangan gunung meletus. Meski demikian, pihaknya akan mencarikan alternatif penerbangan berkoordinasi dengan bandara terkait.
Hendy menambahkan, transportasi udara itu sangat mengutamakan keselamatan penerbangan, seorang pilot tidak bisa nekat menerbangkan pesawat sesuka hatinya, perlu memegang panduan keselamatan penerbangan.
"Semoga saja nanti tidak muncul gunung berapi tiba‑tiba di saat musim lebaran, supaya arus mudik bisa lancar dan aman," tegas Hendy. (ilo)
Baca tanpa iklan