News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Silvani Anjelia Siswi SMA Negeri 1 Cicalengka Juara Dunia Karate di Jepang

Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pelajar SMA Negeri 1 Cicalengka bernama Silvani Anjelia meraih gelar juara bela diri karate di ajang All Japan Open Tournament Kei Shin Kan 2019‎ yang digelar di Tokyo, Jepang pekan lalu.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Pelajar SMA Negeri 1 Cicalengka bernama Silvani Anjelia meraih gelar juara bela diri karate di ajang All Japan Open Tournament Kei Shin Kan 2019‎ yang digelar di Tokyo, Jepang pekan lalu.

"Alhamdulillah, ikut turnamen karate tingkat internasional di Jepang, namanya Japan Open Tournament Kei Shin Kan 2019 bisa juara," ujar Silvani via ponselnya, Senin (26/8/2019).

Kejuaraan itu diikuti delegasi peserta dari Selandia Baru, Sri Lanka, Indonesia dan Jepang sebagai tuan rumah.

Ia bersyukur bisa meraih juara di ajang itu.

"Bangga dan senang. Karena latihan dan kerja keras serta doa, usaha tidak mengkhianati hasil," katanya.

Pelajar SMA Negeri 1 Cicalengka bernama Silvani Anjelia meraih gelar juara bela diri karate di ajang All Japan Open Tournament Kei Shin Kan 2019? yang digelar di Tokyo, Jepang pekan lalu. (Istimewa)

Pelajar kelas 12 ini sejak kecil menggeluti olahraga bela diri karate.

Sejumlah kejuaraan tingkat daerah Jabar hingga nasional pernah ia ikuti.

Silvani berada di Jepang selama sepekan.

"Untuk tingkat internasional, ini yang pertama saya ikuti dan juara. Untuk tingkat nasional tiga kali dan selebihnya juara level provinsi," ujar Silvani.

Ia mengaku sejak duduk di bangku SD menggeluti bela diri karate.

Baca: Semakin Banyak Perempuan India Jadi Korban Serangan Asam Cuka

Baca: Jokowi Putuskan Ibu Kota Baru ke Kaltim, Ini Sejumlah Alasannya: Bukan Salah Pemprov Jakarta

Baca: UPDATE Penemuan 4 Tengkorak di Rumah Misem: Minah Serta Dua Anaknya Diperiksa Polisi

Selama 11 tahun itu, ia fokus berlatih selain juga belajar dengan tekun.

"Keluarga tidak ada atlet karate. Saya awalnya belajar sendiri dan dibantu pelatih. Jadi dari keluarga tidak ada atlet karate," katanya.

Deretan prestasi di olahraga karate membuatnya semakin termotivasi untuk terus berprestasi.

Karena itu, ia bertekad untuk semakin mengembangkan diri.

"Apalagi banyak kejuaraan menanti. Jadi ke depannya akan giat berlatih dan bekerja keras lagi," ujarnya. (men)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini