News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Beda Cara Risma dan Anies Baswedan Tangani Banjir

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Beda Cara Wali Kota Risma & Gubernur Jakarta Anies Baswedan Tangani Banjir, Mana yang Efektif?

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA -  Sejumlah daerah lainnya melakukan persiapan untuk menghadapi banjir, tidak terkecuali Surabaya.

Persoalan bencana banjir yang kerap menjadi ancaman kota besar saat musim hujan, nampaknya sudah dipikirkan matang oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Sebab, Risma memastikan berbagai antisipasi telah dilakukan oleh Pemkot Surabaya.

"Sebetulnya kalau kita sudah siap, persiapan kita lebih bagus dari tahun lalu," kata Risma, Kamis (2/1/2020).

Risma mengatakan, jika dibandingkan musim hujan tahun lalu, untuk musim hujan di tahun 2020 ini Surabaya sudah lebih siap.

Pasalnya, berbagai antisipasi itu telah banyak dilakukan.

Baca: Ridwan Kamil Sebut Musibah Banjir di Jawa Barat Telan 17 Korban Jiwa

Baca: Potret Romansa Selebritis bersama Pasangan Dikepung Banjir, Berduaan hingga Selfie di Atap Rumah

Baca: Kapolda Metro Jaya Tinjau Banjir di IKPN Bintaro

Antisipasi itu, kata Risma, diantaranya dilakukan mulai dari kesiapan rumah pompa, pengerukan untuk saluran air di banyak kawasan di Surabaya.

"Kemudian tanggul sisi barat itu sudah hampir selesai," tambah Risma.

Beberapa kali, Risma memang melakukan peninjauan secara langsung ke rumah pompa dan saluran air di Surabaya.

Sidak semacam itu, belakangan ini kerap dilakukan Risma.

Kata Risma, memang dulu banjir sempat menjadi ancaman di antaranya di kawasan Surabaya utara namun sudah bisa teratasi.

"Dulu kan musim apa aja, itu kalau ada rob kawasan utara langsung banjir, jalan akses ke Gresik itu, tapi sekarang kan sudah enggak, setelah tertutup tanggul itu meskipun tanggulnya sangat sederhana," ungkap Risma.

Meski begitu, Risma tetap berdoa agar Surabaya bebas banjir saat musim hujan ini.

"Kita tidak tahu apa rahasia Tuhan, tapi kita berusaha sebagai manusia kita wajib untuk berusaha keputusan di tangan Tuhan," ujar Risma.

Cek Rumah Pompa & Saluran Air

Sebelum itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga sudah mengecek rumah pompa dan saluran air di Surabaya, Rabu (1/1/2020).

Peninjauan semacam ini, memang belakangan kerap dilakukan oleh Risma, sapaan akrab Tri Rismaharini.

Risma meninjau di dua kawasan di Surabaya timur, yakni di kawasan Wonorejo serta Gununganyar.

Di lokasi pertama, Wonorejo, Risma mengaku ingin memastikan secara langsung kemampuan rumah pompa itu.

Pasalnya, di rumah pompa itu sebelumnya telah ditambahkan dua pompa air dan genset untuk menambah kapasitas tarikan debit air di kawasan Surabaya timur.

 

Baca: Menjaga Kesehatan Miss V Tidak Boleh Luput Saat Banjir Melanda

Baca: Kondisi Terkini Banjir di Rumah Nycta Gina, Rizky Kinos Soroti Mobilnya: Ini Paling Parah!

Baca: Warga Bekasi Temukan Ular Pyhton Sepanjang 1 Meter Saat Membersihkan Rumah dari Lumpur

"Saya ingin ngetes kekuatan saluran air ini," kata Risma.

Risma mengatakan, sengaja menambahkan genset di rumah pompa itu, sebab rumah pompa yang berdiri di kawasan lindung itu tak bisa dialiri listrik untuk operasional.

Dirinya pun mengaku berharap rumah pompa itu dapat mengatasi air di saluran warga serta jalanan.

"Targetnya air yang menggenang itu nanti dalam waktu tiga jam sudah habis," terang Risma.

Risma pun melanjutkan tinjauannya ke lokasi kedua.

Di lokasi ini, Wali Kota perempuan pertama di Surabaya itu memberikan instruksi langsung kepada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya.

"Mengeruk sedikit pinggiran sungai dan dibentuk lebih terasiring," kata Erna Purnawati, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Surabaya.

Anies Pernah Tunjukkan Konsep Vertical Drainage

Jakarta dan sekitarnya masih tergenang banjir hingga saat ini, Kamis (2/1/2020).

Curah hujan yang tinggi sejak Selasa (31/12/2019), menyebabkan banjir melanda kawasan Ibu Kota.

Gubernur DKI, Anies Baswedan pernah menjelaskan konsep mecegah banjir saat debat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua.

Ketika itu moderator menanyakan maksud dari program kerja Anies Baswedan yakni zero run-off atau nol limpahan untuk menangani masalah banjir.

Anies Baswedan mengatakan jika konsep vertical drainage adalah air hujan dimasukkan ke bumi, bukan dikirimkan ke laut.

"Mengenai air, konsepnya adalah vertical drainage. Air hujan ini rahmat dari Allah, dari Tuhan. Rahmat yang diturunkan untuk dimasukkan ke bumi bukan sesegera mungkin dikirim ke laut." Yang dilakukan sekarang masuk kirimkan ke laut," ujarnya, dilansir melalui YouTube OfficialiNews, Jumat (27/1/2017).

Saat itu, Anies Baswedan berencana akan memperbanyak sumur-sumur resapan.

"Bumi kita tidak diresapi oleh air karena itu yang kita lakukan adalah memperbanyak sumur-sumur resapan di tiap kampung, di tiap rumah, di tiap jalan," ungkap pria 50 tahun ini.

Hal ini dilakukan agar tanah di Jakarta berisi air kembali.

"Di samping kanal-kanal dan sungai pun kita siapkan lubang ke dalam sehingga tanah di bawah Jakarta berisi air kembali," ujarnya.

Anies Baswedan juga menyampaikan, apabila tanah di Jakarta makin sedikit air, maka konsep yang dia usung vertical drainage, bukan horizontal drainage.

"Hari ini tanah di Jakarta makin sedikit air karena satu penyedotan yang kedua suplai masuk ke dalamnya hampir tidak ada karena konsep yang dilakukan adalah horisontal drainage."

"Dialirkan secara horisontal, efeknya dikirimkan semua ke laut," imbuh mantan Rektor Universitas Paramadina ini.

Kini, sebanyak 31 ribu warga dari berbagai wilayah di Jakarta telah mengungsi.

BMKG memperkirakan hujan akan terus mengguyur Jakarta hingga 7 Januari 2020.

Hingga saat ini, tercatat korban meninggal akibat bencana banjir sebanyak 16 orang.

Menanggapi masalah banjir yang melanda wilayahnya, Anies Baswedan tidak mau menyalahkan pihak manapun terkait banjir yang melanda ibu kota.

"Kami sampaikan pada semua, Pemprov DKI Jakarta tidak mau menyalahkan siapa pun, saya tidak akan menyalahkan siapa pun dan tidak bicara salahnya hujannya banyak," kata Anies Baswedan.

Pernyataan tersebut disampaikan Anies Baswedan dalam video yang diunggah di kanal YouTube KompasTV, Rabu (1/1/2020).

Lebih lanjut, Anies Baswedan menyampaikan Pemprov DKI akan bertanggung jawab menanggulangi masalah banjir saat ini.

"Faktanya ada banjir dan faktanya kita harus bereskan masalah ini," ungkap Anies Baswedan.

Menurut Anies Baswedan, saat ini prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah mengevakuasi masyarakat dari banjir.

Sehingga, harapannya tidak ada korban akibat hujan dengan curah tinggi yang mengguyur Jakarta.

"Sekarang fokus kami adalah pada penanganan keselamatan warga."

"Memastikan bahwa seluruh kebutuhan pokok dan dasarnya terpenuhi," jelas Anies Baswedan.

Lalu, cara siapa yang efektif menangani banjir?


Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Beda Cara Wali Kota Risma & Gubernur Jakarta Anies Baswedan Tangani Banjir, Mana yang Efektif?

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini