News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Perawat yang Ditampar Oknum Satpam Gara-Gara Masker Alami Trauma

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Perawat berinisial HM (30) yang menjadi korban penamparan dan diancam akan dibunuh mengalami trauma.

HM jadi korban penamparan dan pengancaman yang dilakukan pria berinisal B yang berprofesi sebagai satpam, Kamis (9/4/2020) pukul 09.00 WIB.

Korban ditampar usai mengingatkan pelaku untuk mengenakan masker.

HM bercerita mulanya sedang melayani antrean pendaftaran seorang pria yang hendak memeriksakan anak di sebuah klinik di Kemijen, Semarang Timur.

Namun, saat dirinya mencoba mengingatkan peraturan pemakaian masker, B tidak terima.

Ia menolak menaati peraturan tersebut.

Akhirnya, B pun marah-marah dan menampar dirinya.

Baca: Peta Sebaran Kasus Corona di Bali 12 April 2020: Ada 2 Kasus Positif Baru, Terbanyak di Denpasar

Baca: Update Corona Yogyakarta Minggu, 12 April 2020: 41 Kasus Terkonfirmasi, 6 Sembuh, 7 Meninggal

"Waktu itu bapak itu mau periksain anaknya ke klinik. Sesuai antrean kita panggil dan minta nomor antrean sama kartu BPJS. Lalu kita ingetin kalau periksa wajib pakai masker ya, soalnya dokternya enggak mau periksa kalau enggak pakai masker. Habis itu dia marah-marah dan enggak terima," kata HM saat dihubungi Kompas.com, Minggu (12/4/2020).

Usai ditampar, HM merasakan pusing kepala karena mengalami luka memar.

HM yang sudah bekerja menjadi perawat selama lima tahun ini mengaku dirinya juga sempat diancam akan dibunuh oleh B.

"Habis marah-marah, dia mengancam awas kalau ketemu di jalan tak bunuh tak penggal lehernya. Habis itu dokternya keluar menjelaskan peraturan di sini harus pakai masker. Dia tidak terima karena kita bilang mau lapor polisi. Akhirnya dia pergi dan enggak jadi periksa," ujar dia.

Karena merasa terancam, HM melaporkan tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh B ke pihak Polsek Semarang Timur.

Baca: Ingatkan Calon Pasien untuk Pakai Masker, Seorang Perawat di Semarang Jadi Korban Pemukulan

Baca: Lampung Selatan Segera Punya Perda LP2B

"Sudah dilaporkan ke Polsek Semarang Timur untuk dimintai keterangan. Kemudian baru ditindaklanjuti ke Polrestabes," ujar dia.

Selain itu, ia juga sudah melakukan visum untuk menguatkan bukti dalam proses penyelidikan kasus tersebut.

"Saya barharap semoga tidak ada profesi-profesi lain yang direndahkan apalagi sampai memukul dan tidak ada korban-korban lain lagi setelah ini," harap dia.

"Tolong hargai profesi kami. Karena kami bekerja dengan hati ikhlas membantu warga atau masyarakat," kata dia. (Kontributor Semarang, Riska Farasonalia)


 
 
 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini