News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Respons Warga Surabaya Terhadap Rapid Test Covid-19 yang Digelar BIN: Kami Harap Dilanjutkan

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Badan Intelijen Negara (BIN) sudah sembilan hari menggelar rapid test massal di Surabaya, Jawa Timur

Laporan wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNEWS.COM, JAKARTA - Badan Intelijen Negara (BIN) sudah sembilan hari menggelar rapid test massal di Surabaya, Jawa Timur.

Rapid test digelar berdasarkan arahan langsung dari Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan guna memutus rantai penyebaran Covid-19 di ibu kota Jawa Timur tersebut.

Baca: Kepala Bappenas: Indonesia Berupaya Ciptakan Vaksin Corona

Animo warga Surabaya mengikuti rapid test yang digelar BIN sangat besar.

Setiap hari ribuan warga Surabaya datang ke titik tempat digelarnya rapid test dan swab test oleh BIN.

Pada hari kesembilan ini, BIN menggelar rapid test masal Covid-19 di dua titik di Surabaya.

Titik pertama di Parkiran Bis Wisata Religi Sunan Ampel, Kecamatan Semampir dan titik kedua berada di kantor Kecamatan Kenjeran.

Warga menilai rapid test yang digelar BIN sangat membantu untuk menekan penyebaran Covid-19 yang makin masif di Surabaya.

Seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Semampir, Desa Wisata Religi Sunan Ampel, Indra mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada BIN yang telah menyelenggarakan rapid test Covid-19 di wilayahnya.

Diketahui, Kecamatan Semampir menjadi satu lokasi yang ditunjuk untuk menggelar rapid test masal dan swab test sejak kemarin.

"Kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada BIN yang telah ikut turun mengadakan rapid test di wilayah kecamatan Semampir," ucap Indra dikutip dari keterangan yang diterima, Sabtu (6/6/2020).

Indra mengatakan warga di Kecamatan Semampir begitu antusiasmengikuti test cepat Covid-19 yang digelar BIN.

Meski antusias tinggi, warga yang mengikuti rapid maupun swab test tetap mengedepankan protokol kesehatan seperti jaga jarak dan rajin mencuci tangan.

"Animo masyarakat di Kecamatan Semampir sangat bagus, kemari menembus angka 1.000. Mudah-mudahan, dalam rapid test ini masyarakat turut membantu apa yang disampaikan oleh pemerintah, yaitu jaga jarak, selalu cuci tangan," katanya.

Seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Kenjeran, Farfan berharap BIN memperbanyak lokasi rapid test di Surabaya.

Ia pun berterima kasih atas bantuan pemerintah serta BIN dalam menekan angka kasus Covid-19 di Surabaya.

"Terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan BIN yang telah begitu memperhatikan dengan kondisi di Jawa Timur khususnya di Surabaya yang begitu naik penyebaran Covid-19."

"Harapan kami, saya selaku tokoh masyarakat di wilayah sini mengucapkan banyak terima kasih dan untuk memutus penyebaran Covid-19 ini semua stakholder kerja sama untuk dengan cepat menyelesaikan masalah ini," ucap Farfan.

Ia pun berharap rapid test yang digelar BIN di Surabaya bisa diperpanjang guna memutus penyebaran Covid-19.

"Harapan kami rapid test atau PCR disini kalau bisa dilanjutkan lagi, jangan hanya di wilayah Kenjeran saja tapi kalau bisa di wilayah Surabaya, jadi bisa menekan penyebaran Covid-19 ini," kata dia.

Dilansir dari surya.co.id, keberadaan dua unit mobil PCR dari BIN yang kini berada di Kota Surabaya bakal diperpanjang hingga sepekan ke depan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Irvan Widyanto.

"Informasi terakhir kami berbincang dengan Kabinda Jatim, beliau menyampaikan kemungkinan besar diperpanjang satu minggu ke depan," kata Irvan, Sabtu (6/6/2020).

Menurut Irvan, ini sudah hari ke sembilan.

Mobil laboratorium milik BIN tersebut selalu berkeliling mengadakan rapid test dan swab massal secara gratis.

Ke depan, Irvan mengaku bakal banyak menyasar kawasan permukiman di Surabaya.

Karena ada sekitar 34 klaster permukiman. Hal itu juga sebagai lanjutan dari pelaksanaan selama sembilan hari mobil tersebut keliling di Surabaya.

"Dari pelaksanaan selama sembilan hari ini sudah menjangkau sebagian klaster itu," katanya.

Kegiatan rapid test massal yang digela BIN ini didukung tenaga medis, analis laboratorium, dan tenaga pedukung sebanyak 40 orang dari Jakarta dan dibantu 20 anggota Binda Jatim.

Satgas lawan Covid-19 BIN membawa langsung Mobil Laboratorium COVID-19, ambulance dan peralatan pendukung lainnya di kota Surabaya dan sekitarnya.

Mobil Laboratorium ini, merupakan satu dari lima mobil laboratorium Biosafety Level 2 (BSL-2) yang bersertifikat internasional pertama di Indonesia.

Dalam rapid test ini, BIN menyiapkan 1.000-3.000 alat rapid test beserta 2 mobil lab untuk test PCR atau swab test setiap harinya.

Swab Test ini diperuntukan bagi warga yang reaktif (positif) Covid-19.

Mobile Lab dari BIN ini dapat mengambil 300 sampel per harinya.

Baca: Jumlah Pasien Sembuh COVID-19 Hari Ini Cukup Menggembirakan

Adapun hasil Swab Test bisa diketahui hanya dalam 2,5 jam.

Selain menggelar rapid test, BIN juga memberikan bantuan ribuan alat-alat kesehatan untuk ibu kota Jawa Timur ini guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

Sebagian artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul: Mobil PCR BIN Tetap di Surabaya Selama Sepekan Lagi, Bakal Masifkan Pemeriksaan Klaster Pemukiman

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini